VIVA – NAC Breda harus menelan pil pahit di akhir musim Eredivisie 2025/2026. Klub yang sempat ramai dibicarakan karena memicu kasus “Paspoortgate” itu kini resmi terdegradasi ke kasta kedua Liga Belanda.
Kepastian turun kasta didapat usai laga Minggu (10/5/2026). Meski sukses menang 2-0 atas SC Heerenveen, posisi NAC Breda tetap tertahan di peringkat ke-17 klasemen.
Hasil tersebut tak cukup menyelamatkan mereka dari zona degradasi karena rival-rival di papan bawah juga meraih poin penting. Telstar menang 3-0 atas Heracles Almelo, sementara FC Volendam bermain imbang 1-1 melawan Excelsior Rotterdam.
Dengan koleksi 28 poin dan hanya menyisakan satu pertandingan, NAC Breda sudah tak mungkin mengejar Volendam yang berada di atas mereka dengan 32 poin.
Degradasi ini menjadi yang pertama bagi NAC Breda sejak musim 2018/2019. Mereka menyusul Heracles yang lebih dulu dipastikan turun kasta.
Nama NAC Breda sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah mengajukan protes kepada KNVB usai kalah telak 0-6 dari Go Ahead Eagles pada Maret lalu.
Klub tersebut menilai Dean James tampil secara tidak sah karena dianggap membutuhkan izin kerja baru setelah melepas kewarganegaraan Belanda dan resmi menjadi warga negara Indonesia.
Kasus itu kemudian dikenal dengan istilah “Paspoortgate” dan sempat ramai diperbincangkan di Belanda maupun Indonesia.
Dampaknya cukup luas karena investigasi turut menyentuh sekitar 25 pemain keturunan Indonesia, Suriname, dan Cape Verde yang bermain di Liga Belanda.
Namun setelah melakukan penyelidikan, KNVB memastikan tidak ditemukan pelanggaran dalam kasus tersebut.





