Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung. Pada 10 Mei, Iran menyerahkan tanggapan terhadap proposal perjanjian damai melalui Pakistan. Presiden AS Donald Trump pada sore hari itu menanggapi bahwa ia telah membaca jawaban dari pihak yang disebut sebagai “perwakilan” Iran, dan menyatakan bahwa tanggapan tersebut “sama sekali tidak dapat diterima.” Selain itu, Iran pada 10 Mei juga kembali melancarkan serangan terhadap negara tetangga, sementara kapal dagang di Teluk Persia turut diserang.
EtIndonesia. Media Iran pada 10 Mei melaporkan bahwa Iran telah memberikan tanggapan atas proposal perdamaian Amerika Serikat dan menyerahkannya kepada Pakistan sebagai pihak mediator.
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa baik AS maupun Iran berharap dapat lebih dulu mencapai sebuah nota perdamaian untuk menghentikan perang dan memulihkan kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Pada saat yang sama, kedua pihak juga membahas perjanjian yang lebih komprehensif guna menyelesaikan isu yang lebih rumit seperti senjata nuklir Iran.
Presiden Trump kemudian mengunggah pernyataan yang menuduh Iran selama 47 tahun terus memainkan politik dan menggunakan taktik mengulur waktu, serta menyakiti rakyat tak berdosa dan mengejek Amerika Serikat. Menurut Trump, kini mereka tidak bisa tertawa lagi.
Sekitar pukul 16.00 sore, Trump kembali mengunggah pernyataan singkat namun tegas. Ia berkata: “Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut sebagai ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukai tanggapan itu — sama sekali tidak dapat diterima!”
Di tengah berlangsungnya perundingan damai, Iran kembali melancarkan serangan terhadap negara tetangga. Militer Kuwait menyatakan bahwa pada dini hari 10 Mei, beberapa drone Iran memasuki wilayah udara Kuwait. Ini merupakan pertama kalinya sejak gencatan senjata AS-Iran mereka mendeteksi drone musuh.
Awal pekan ini, sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab juga berhasil mencegat dua rudal Iran dan tiga drone, yang menyebabkan tiga orang terluka.
Selain itu, ketenangan di Teluk Persia juga terganggu. Setelah Presiden Trump membatalkan rencana pengawalan kapal dagang karena pembatasan wilayah udara oleh Arab Saudi, sebuah kapal kargo curah diserang dan terbakar di perairan Doha pada 10 Mei. Untungnya tidak ada korban jiwa.
Laporan menyebutkan bahwa kapal tersebut sedang berlayar di Teluk Persia saat serangan terjadi, namun metode serangan masih dalam penyelidikan.
Meski demikian, blokade militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap sangat ketat. Komando Pusat AS menyatakan bahwa saat ini lebih dari 20 kapal perang Amerika sedang menjalankan misi. Mereka telah memaksa 61 kapal dagang mengubah rute dan menenggelamkan 4 kapal dagang Iran.
Dari pihak Israel, Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar dalam wawancara dengan Newsmax memuji kepemimpinan Presiden Trump. Ia mengkonfirmasi bahwa sebelum perang pecah, mereka telah memperoleh intelijen mengenai pemindahan program nuklir Iran. Demi melindungi sekutu-sekutunya, Amerika Serikat terlebih dahulu mencoba berunding dengan Iran. Namun setelah gagal, Presiden Trump segera mengambil keputusan untuk menyerang fasilitas nuklir dan rezim Iran.
Dilaporkan oleh Li Jiayin, reporter NTD Television di AS





