JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku di lokasi kebakaran kompleks Pergudangan Miami, Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026) pagi.
Sekitar 14 jam sejak api pertama kali berkobar pada Senin (11/5/2026) malam pukul 19.40 WIB, operasi penanganan oleh petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat masih terus berlangsung pada tahap pendinginan.
Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan, hingga pukul 10.00 WIB, pemadam masih melakukan pendinginan dan mengurai material yang terbakar.
Baca juga: Kondisi Terkini Kebakaran Pergudangan Miami Jakbar: Masih Ada Titik Api di Tumpukan Barang
"Saat ini masih dalam proses pendinginan. Kurang lebih sejak sekitar pukul 01.00 WIB api sudah padam dan lanjut pendinginan. Iya masih banyak bara tertimbun," ujar Syaiful saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa pagi.
Lamanya proses pendinginan ini disebabkan banyaknya material bangunan dan barang-barang di dalam gudang yang ambruk, sehingga menimbun bara api yang berpotensi menyala kembali jika tidak diurai dan dipadamkan hingga tuntas.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran di pergudangan ini berdampak pada setidaknya empat bangunan gedung dengan total luas area terbakar mencapai kurang lebih 1.000 meter persegi.
Kronologi munculnya apiBerdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga kuat bermula dari gudang penyimpanan freon.
Menurut kesaksian seorang pekerja bernama Tora Hakim dari PT Dua Zeng, kebakaran pertama kali diketahui saat sejumlah pekerja sedang kerja lembur hingga malam hari.
"Menurut kesaksian saksi, ketika sedang lembur pada pukul 20.00 WIB, terdengar suara ledakan dari gudang freon. Suara ledakan tersebut terdengar hingga lima kali," ungkap Syaiful.
Setelah mendengar rentetan ledakan tersebut, para pekerja langsung mencari sumber suara dan melihat kepulan asap tebal.
Baca juga: Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres Jakbar Belum Padam hingga Dini Hari
Namun, tak berselang lama, api langsung membesar dengan cepat dan melahap seluruh area gudang.
"Selanjutnya, saksi melihat ada asap dari gudang freon. Lokasinya terpantau dari samping gudang freon, tepatnya di dekat WC. Ketika saksi keluar dari gudang, ia melihat api sudah membesar," ucapnya.
Melihat kobaran api yang semakin tidak terkendali, saksi beserta para pekerja lainnya langsung bergegas menyelamatkan diri dan melapor ke pos pemadam kebakaran terdekat.
Berdasarkan penyelidikan sementara, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik sebuah mesin produksi di area gudang freon tersebut.
"Dugaan penyebab sementara adalah akibat korsleting listrik pada mesin produksi di gudang freon," tutup Syaiful.





