Pramono Akan Evaluasi Gerakan Pilah Sampah Tiap 2 Pekan: Ini Bukan Kampanye Seremonial

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan mengevaluasi program pemilahan sampah di Jakarta secara rutin.

Evaluasi itu dilakukan untuk memastikan gerakan pilah sampah berjalan serius dan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.

“Saya sudah minta kepada Biro KDH (Kepala Daerah) setiap dua minggu sekali kita akan evaluasi perkembangan dari gerakan pilah sampah ini,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Pramono Anung: 3.800 Pekerja Proyek MRT Jakarta Semuanya Putera-Puteri Indonesia

Pramono menegaskan, program pilah sampah menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan sampah di Jakarta.

Sebab, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang disebut sudah tidak mampu lagi menampung beban sampah dari Jakarta.

Untuk itu, program ini tidak hanya digencarkan saat seremonial dimulai pada Minggu (10/5/2026).

“Ini bukan hanya sekadar kampanye yang bersifat seremonial, ini kami serius karena ini untuk menangani persoalan sampah yang ada di Jakarta karena Bantar Gebang sudah tidak mampu lagi, sehingga dengan demikian seluruh jajaran pasti akan bergerak untuk itu,” kata Pramono.

Ia mengatakan, seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bergerak untuk menjalankan program tersebut.

Menurut dia, pemilahan sampah akan dibagi menjadi dua kategori utama, yakni sampah organik dan anorganik.

Baca juga: Peneror Pembakaran di Matraman Jaktim Diduga Alami Depresi

Untuk sampah organik, terutama yang berasal dari pasar, Pramono mengaku telah meminta seluruh pasar di bawah koordinasi Perumda Pasar Jaya agar mengelola sampahnya sendiri.

“Bahkan kemudian sampahnya digunakan untuk pupuk dan sebagainya, fertilizer dan sebagainya,” ucap dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, untuk hotel, restoran, dan kafe, Pemprov DKI Jakarta akan mewajibkan adanya fasilitas pemisahan sampah.

"Karena memang sampah yang terbesar di organik ini adalah hotel, restoran, dan kafe,” tutur Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warisan, Anak Yatim, dan Ranjang yang Ditinggalkan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Fabio Lefundes Merasa Borneo FC Dipandang Sebelah Mata: Banyak Orang Hanya Pikirkan Persaingan Persib dan Persija
• 15 jam lalubola.com
thumb
Kasus OTT Madiun Berlanjut, Mantan Kadis PUPR hingga Pihak Swasta Dipanggil KPK
• 15 jam lalurealita.co
thumb
PBB Kebut Investigasi 4 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Baleg DPR Akan Kebut RUU Satu Data-Mulai Bahas soal Driver Online
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.