OJK Pastikan Proses Demutualisasi BEI Masih Dibahas Bareng Pemerintah dan DPR

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

Melalui demutualisasi, kata dia, diharapkan tata kelola BEI menjadi lebih baik dan independen.

OJK Pastikan Proses Demutualisasi BEI Masih Dibahas Bareng Pemerintah dan DPR. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan dapat memperkuat tata kelola serta mendorong pertumbuhan bursa ke depan.

Friderica menjelaskan, saat ini terdapat tantangan dalam struktur kepemilikan BEI karena anggota bursa juga berperan sebagai pemegang saham. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan potensi konflik kepentingan dalam proses pengambilan keputusan maupun aspek pengawasan perusahaan tercatat.

Baca Juga:
OJK Denda Indosaku Rp875 Juta Akibat Pelanggaran Penagihan Pihak Ketiga

"Sekarang ini misalnya sifat yang muncul itu, pada saat yang sama mereka adalah pemegang saham kita. Jadi misal pak Jeffrey (Pjs Dirut BEI) ini kalau mau jadi direksi bursa harus meminta suara ke mereka (anggota bursa). Tapi ketika sudah jadi, nanti yang memeriksa, memberikan sanksi, menghukum dan lain-lain (jadi tantangan)," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, ditulis Selasa (12/5/2026).

Melalui demutualisasi, kata dia, diharapkan tata kelola BEI menjadi lebih baik dan independen, sehingga mampu memperkuat peran bursa sebagai infrastruktur utama pasar modal nasional.

Baca Juga:
OJK Minta Investor Tak Panik Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, Begini Alasannya

"Jadi memang kalau dengan demutualisasi harapan kita tata kelola semakin baik. Kemudian bagaimana kita bisa mendorong bursa ini bisa tumbuh lebih lagi," katanya.

Baca Juga:
MSCI Umumkan Hasil Rebalancing Saham RI Besok, Ini Kata OJK

Dia menegaskan, pembahasan terkait demutualisasi BEI saat ini masih berlangsung antara pemerintah, Kementerian Keuangan, serta parlemen. Namun, detail skema dan mekanisme kebijakan tersebut belum dapat disampaikan kepada publik.

"Nah saat ini masih sedang dibahas antara pemerintah dengan Kementerian Keuangan dan juga parlemen kita. Untuk detailnya saya belum bisa sampaikan sekarang," ujar Friderica.

Meski demikian, Kiki; sapaan akrab Friderica menekankan tujuan utama demutualisasi adalah untuk perbaikan tata kelola dan memperbesar kapasitas BEI agar dapat berkembang seperti bursa-bursa global lainnya.

"Harapannya bursa ini bisa lebih besar, bisa berkembang ke depan seperti bursa-bursa lain, yang nantinya juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kita," ujar dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alyssa Daguise Tak Terima Nama Putrinya dengan Al Ghazali Dijadikan Bahan Candaan Warganet
• 18 jam lalutabloidbintang.com
thumb
The Blibli Match Padel Series Akan Digelar di 3 Kota
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Sesi 1 Ditutup Anjlok 1,42% ke Level 6.807, Bursa Asia Turut Bergejolak
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Pupuk Indonesia Sediakan Layanan Uji Tanah Gratis untuk Petani di Wilayah Sumbagsel
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Perkuat Pengawasan, BPJPH-Barantin Teken MoU Sinergi Jaminan Produk Halal
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.