TABLOIDBINTANG.COM - Rio Ferdinand mengungkapkan bahwa dirinya pernah membenci Steven Gerrard saat keduanya masih bermain bersama di tim nasional Inggris. Pernyataan itu kembali membuka cerita soal buruknya chemistry skuad generasi emas Inggris yang gagal meraih trofi.
Mantan bek Manchester United tersebut membela Inggris sepanjang 1997 hingga 2011, sementara Gerrard memperkuat tim nasional dari 2000 sampai 2014. Meski diperkuat sederet pemain bintang seperti Wayne Rooney, David Beckham, dan Frank Lampard, generasi tersebut gagal mempersembahkan gelar bagi Inggris.
Era itu bahkan diwarnai kegagalan lolos ke UEFA Euro 2008 dan tersingkir di fase grup Piala Dunia 2014.
Belakangan, terungkap bahwa rivalitas antarklub menjadi salah satu penyebab utama buruknya hubungan antarpemain di skuad Inggris saat itu. Ferdinand pun mengakui bahwa ketegangan antara pemain Manchester United dan Liverpool FC sangat memengaruhi suasana tim.
“Steven Gerrard tidak menyukai saya dan saya juga tidak terlalu menyukainya. Ada kebencian di antara kami dan tim kami. Tapi sekarang kami sudah meninggalkan semua itu,” ujar Ferdinand dalam wawancaranya dengan The Times.
Meski demikian, hubungan keduanya kini disebut sudah membaik. Gerrard bahkan sempat berbicara terbuka soal situasi ruang ganti Inggris saat hadir di kanal YouTube “Rio Ferdinand Presents” tahun lalu.
Menurut Gerrard, para pemain kala itu terlalu dipenuhi ego dan gagal membangun kedekatan sebagai rekan setim.
“Saya pikir kami semua adalah pecundang yang egois. Sekarang saya melihat Jamie Carragher duduk bersama Paul Scholes atau Gary Neville dan mereka terlihat seperti telah bersahabat selama 20 tahun,” kata Gerrard.
Ia juga mengaku kini justru merasa lebih dekat dengan Ferdinand dibanding saat mereka bermain bersama selama bertahun-tahun di timnas.
“Kenapa dulu kami tidak bisa terhubung saat masih muda? Apakah karena ego? Rivalitas? Kami terlalu sering berada di kamar masing-masing. Kami bukan sebuah tim,” lanjutnya.
Pada era tersebut, Inggris sempat ditangani sejumlah pelatih besar seperti Sven-Göran Eriksson, Steve McClaren, Fabio Capello, hingga Roy Hodgson, namun semuanya gagal membawa Inggris meraih gelar.
Perubahan budaya tim mulai terlihat ketika Gareth Southgate ditunjuk sebagai pelatih pada 2016. Meski belum mempersembahkan trofi, Southgate dinilai berhasil membangun kebersamaan di dalam skuad, yang kini dilanjutkan oleh Thomas Tuchel.
Ferdinand pun optimistis dengan peluang Inggris saat ini. Ia menilai pemain seperti Harry Kane, Declan Rice, Jude Bellingham, dan Bukayo Saka bisa menjadi kunci keberhasilan Inggris di turnamen besar mendatang.
“Kalau ingin menjuarai Piala Dunia, Harry Kane harus tampil bagus. Jude Bellingham memberi kami peluang karena dia pemain yang muncul di momen besar,” ujar Ferdinand.




