Diperiksa Polisi Terkait Laporan Ahmad Dhani, Lita Gading Heran Cuma Dicecar 1 Pertanyaan

grid.id
15 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Psikolog kenamaan Lita Gading akhirnya memenuhi panggilan pihak kepolisian terkait laporan yang dilayangkan oleh musisi sekaligus anggota DPR RI, Ahmad Dhani. Namun, Lita Gading heran usai menjalani pemeriksaan yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026) tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Lita Gading tiba sejak pukul 10.00 WIB ditemani kuasa hukumnya. Sang psikolog diperiksa selama kurang lebih 2 jam. Ia sudah keluar dari gedung PPA Polda Metro Jaya, sekita pukul 12.15 WIB.

"Hanya satu pertanyaan sebenarnya yang tadi diajukan terkait dengan izin," ungkap kuasa hukum Lita Gading, Christian Adrianus Sihite, kepada awak media usai pemeriksaan.

Christian menjelaskan, satu-satunya poin yang dikejar penyidik adalah apakah Lita Gading berkomunikasi atau meminta izin terlebih dahulu kepada Ahmad Dhani (pelapor) sebelum mengunggah foto atau video yang dipermasalahkan ke media sosial miliknya.

"Makanya ini kan menjadi pertanyaan juga buat kita sebagai kuasa hukum. Karena selama kita mengajukan gugatan ke MK yang kemarin dan pensiun DPR ini belum ada pemanggilan sampai sampai sampai sekarang. Kok tiba-tiba setelah putusan dari DPR kemarin, dari MK ya, kok ini baru ada panggilan?" ujar kuasa hukum Lita.

"Dan pertanyaannya cuma satu terkait konfirmasi apakah memang ada komunikasi dari beliau dengan terlapor? Jawab beliau tidak karena memang foto dan video itu beredar luas di media. Itu doang," sambungnya.

Jawaban Menohok Pihak Lita Gading

Mendapati pertanyaan tunggal tersebut, pihak Lita Gading langsung memberikan jawaban menohok. Mereka menilai pertanyaan mengenai izin tersebut tidak masuk akal mengingat konten yang dibahas sudah menjadi konsumsi publik secara luas.

"Gimana kita minta izin sedangkan video aja beredar di semua kalangan? Video abangnya juga beredar di Google. Masa kita dipidana? Logikanya di situ," tegas Christian.

Senada dengan kuasa hukumnya, Lita Gading merasa postingannya bukanlah sebuah pelanggaran hukum. Ia menegaskan posisinya sebagai praktisi psikologi (S3) yang memiliki kewajiban untuk mengedukasi publik, bukan untuk melakukan perundungan.

"Klien kami ini sebenarnya pelindung anak itu. Yang menghujat itu netizen, bukan saya. Saya memberikan pandangan keilmuan agar anak ini terlindungi," ujar Lita Gading.

 

Singgung Soal Pembungkaman

Pemeriksaan yang terkesan "singkat secara materi namun lama secara durasi" ini membuat pihak Lita Gading curiga adanya upaya pembungkaman. Apalagi, pemanggilan ini terjadi tak lama setelah Lita Gading memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi terkait penghapusan dana pensiun anggota DPR.

"Kalau hal-hal seperti ini dianggap negatif, ini artinya pembungkaman. Kita tidak boleh memberikan edukasi ke publik? Sebagai pejabat publik, dia (Ahmad Dhani) harus siap dikritik. Kalau tidak mau dikritik, jangan jadi pejabat publik," pungkas Lita dengan tegas.

Hingga saat ini, status hukum Lita Gading masih sebagai saksi dan kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan (lidik). Pihak Lita menegaskan tidak akan gentar dan akan tetap aktif memberikan edukasi di media sosial.

Sebagai informasi, musisi sekaligus anggota DPR RI Ahmad Dhani secara resmi melaporkan psikolog Lita Gading ke Polda Metro Jaya atas dugaan kasus eksploitasi anak, kekerasan psikis, dan pelanggaran UU ITE. Kasus hukum ini tercatat dengan nomor laporan STTLP/B/4759/VII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Ahmad Dhani tidak terima dengan unggahan video Lita Gading di TikTok yang menampilkan nama serta foto istrinya, Mulan Jameela, bersama anaknya yang masih di bawah umur berinisial SA. Dhani menilai narasi dalam unggahan tersebut memicu aksi perundungan (bullying) digital, sehingga menyebabkan anaknya mengalami tekanan psikis yang serius. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump: Pasukan Luar Angkasa AS Sedang Memantau Lokasi Penyimpanan Uranium Diperkaya Iran
• 19 jam laluerabaru.net
thumb
PTFI Perkuat Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kepala Staf Kepresidenan Minta BGN Tutup Dapur SPPG yang Bermasalah
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Warga Diimbau Gunakan Masker Jika Beraktivitas
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Pemerintah Didesak Beri Gelar Pahlawan Nasional ke Mahasiswa Trisakti yang Gugur saat '98 
• 8 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.