Pemerintah Ungkap Alasan Kembali Kirim Pasukan TNI ke Lebanon

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengungkap alasan kembali mengirim prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) untuk menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

“Pengiriman 742 prajurit dalam rotasi akhir Mei 2026 merupakan keputusan yang didasarkan pada pertimbangan strategis yang matang. Pemerintah RI menggunakan beberapa parameter konkret dalam menilai kelayakan dan keamanan misi,” kata Karo Humas Datin Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Pemerintah Tidak Berencana Tarik Pasukan TNI di Lebanon, tapi Tetap Evaluasi

Pertama, pemerintah melakukan penilaian risiko berbasis kondisi lapangan.

Pemerintah secara berkala menerima laporan dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Beirut dan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI mengenai tingkat kerawanan wilayah serta kemampuan mitigasi risiko di lapangan

Kedua, dilakukan reorganisasi dan reposisi kekuatan pasukan dengan mempertimbangkan efektivitas perlindungan personel.

Langkah itu dapat berupa pengosongan maupun pemindahan pos satgas menyesuaikan situasi keamanan yang berkembang.

“Ketiga, komitmen akuntabilitas dan investigasi PBB,” jelas dia.

Baca juga: Istana Sebut Belum Ada Rencana Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL Lebanon

Hal itu mencakup transparansi atas insiden yang pernah terjadi sebelumnya, jaminan pertanggungjawaban pihak terkait, serta mekanisme perlindungan dan penegakan hukum internasional bagi pasukan penjaga perdamaian.

Keempat, pemerintah menyiapkan rencana kontinjensi apabila mandat UNIFIL dinilai tidak lagi mampu memberikan perlindungan bagi personel penjaga perdamaian.

Dalam kondisi tersebut, penarikan pasukan lebih awal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.

“Keselamatan prajurit adalah prioritas tertinggi dan tidak dapat dinegosiasikan,” pungkas dia.

Baca juga: Menlu Jawab Usulan untuk Tarik Pasukan TNI dari Lebanon

Diberitakan sebelumnya, ratusan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akan diberangkatkan ke Lebanon pada Mei 2026.

Menjelang keberangkatan, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026).

Menteri Luar Negeri Sugiono berpesan agar para prajurit menyiapkan diri dan menjalankan tugas dengan baik, penuh semangat, dan ikhlas karena membawa nama Indonesia di mata dunia.

“Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit harus disiapkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Sugiono dalam siaran pers yang dibagikan Kemenko Polkam, dikutip Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Pemerintah Diminta Tarik Pasukan TNI di Lebanon Buntut Prajurit Tewas akibat Serangan Israel

Sugiono juga menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut penting untuk memperkuat koordinasi di tengah dinamika geopolitik dan meningkatnya risiko di wilayah penugasan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, rapat itu tidak boleh dianggap sebagai rutinitas semata.

“Kemenlu akan terus melaksanakan koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan misi perdamaian sebagai bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara,” ucap Sugiono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 9 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bertolak ke India, Menlu Sugiono Bakal Hadiri Pertemuan Menlu BRICS
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Chelsea siap boyong Xabi Alonso
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Begal Sadis Bacok Korban hingga Masuk Selokan di Jakbar Ditangkap
• 10 jam laludetik.com
thumb
Pakai wondr by BNI, Beli Tiket Konser 20 Tahun Sammy Simorangkir dapat Diskon 20 Persen!
• 11 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.