Kembali Kirim TNI ke Lebanon, Pemerintah Siapkan Rencana Kontinjensi

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyiapkan rencana kontingensi terkait pengiriman kembali prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) untuk menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Kontinjensi ini menjadi salah satu dari empat alasan Pemerintah Indonesia kembali mengirim pasukan perdamaian ke Lebanon meski eskalasi di Timur Tengah meningkat.

“(Empat) kesiapan rencana kontingensi. Apabila mandat UNIFIL tidak lagi mampu memberikan perlindungan bagi personel pemelihara perdamaian, maka penarikan pasukan lebih awal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan,” kata Karo Humas Datin Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana, saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, pemerintah menilai bahwa keselamatan prajurit merupakan prioritas tertinggi dan tidak dinegosiasikan.

Baca juga: Pemerintah Ungkap Alasan Kembali Kirim Pasukan TNI ke Lebanon

Tiga alasan lain antara lain, pemerintah secara berkala menerima laporan dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Beirut dan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI mengenai tingkat kerawanan wilayah serta kemampuan mitigasi risiko di lapangan

Kedua, dilakukan reorganisasi dan reposisi kekuatan pasukan dengan mempertimbangkan efektivitas perlindungan personel.

Langkah itu dapat berupa pengosongan maupun pemindahan pos satgas menyesuaikan situasi keamanan yang berkembang.

“Ketiga, komitmen akuntabilitas dan investigasi PBB,” ujar dia.

Hal itu mencakup transparansi atas insiden yang pernah terjadi sebelumnya, jaminan pertanggungjawaban pihak terkait, serta mekanisme perlindungan dan penegakan hukum internasional bagi pasukan penjaga perdamaian.

Diberitakan sebelumnya, ratusan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akan diberangkatkan ke Lebanon pada Mei 2026.

Baca juga: TNI AL Waspadai Selat Malaka dan Laut China Selatan soal Upaya Penyelundupan Barang Ilegal

Menjelang keberangkatan, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menteri Luar Negeri Sugiono berpesan agar para prajurit menyiapkan diri dan menjalankan tugas dengan baik, penuh semangat, dan ikhlas karena membawa nama Indonesia di mata dunia.

“Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit harus disiapkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Sugiono, dalam siaran pers yang dibagikan Kemenko Polkam, dikutip Selasa (12/5/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AFC Sampaikan Kabar Buruk kepada Timnas Indonesia U-17 Jelang Hadapi Jepang, Kurniawan Dwi Yulianto Disinggung
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Institusi Selain Polri Juga Perlu Direformasi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Sosok Shindy Luthfiana, MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR di Kalbar yang Viral!
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Cak Imin Diminta Presiden Prabowo, Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0 Persen
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Temui Xi Jinping, Trump Sanksi 12 Entitas Penjual Minyak Iran ke Tiongkok
• 21 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.