Trump Akui Kirim Senjata ke Kelompok Oposisi Iran, Untuk Picu Kerusuhan dan Terorisme di Tehran

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menyinggung dukungan Washington terhadap kelompok oposisi Iran. Dalam sesi bersama wartawan di Oval Office Gedung Putih, Senin waktu setempat, Trump menyebut ada pihak-pihiak di Iran yang siap melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Iran. Dia menyebut orang tersebut sebagai ’rakyat Iran’ dan menggambarkan aksi tersebut sebagai gerakan turun ke jalan.

“Mereka tidak punya senjata. Mereka tidak punya pistol,” klaim Trump dikutip dari laman presstv.ir, Selasa 12 Mei 2026.

Baca Juga :
UEA Diam-diam Serang Kilang Minyak Iran saat Gencatan Senjata dengan AS Baru Dimulai
Perang Iran Bikin Panik, AS Lepas Puluhan Juta Barel Cadangan Minyak Strategis

Ini bukan kali pertama dirinya menyinggung tentang dukungan Washington terhadap kelompok oposisi di Iran. Awal tahun ini, Trump secara terang-terangan mengakui niat AS untuk mempersenjatai kelompok itu.

”Kam mengirim senjata, banyak senjata. Anda tau apa yang terjadi? Orang-orang yang kami kirimi senjata itu malah menyimpannya sendiri,” kata dia saat itu.

Sementara itu, dalam pernyataan terbarunya pada Senin waktu setempat, Trump mengatakan bahwa AS mengirimkan senjata tersebut kepada kelompik Kurdi. Namun kata Trump kelompok tersebut tidak memberikan senjata tersebut kepada kelompok oposisi Iran seperti yang diharapkan.

“Orang Kurdi mengecewakan kami. Mereka hanya mengambil, mengambil, mengambil... Saya sangat kecewa pada orang Kurdi,” ujarnya.

Pernyataan Trump ini, muncul setelah Iran menghadapi gelombang kerusuhan dan aksi teror di berbagai wilayah negara itu pada akhir Desember hingga awal Januari. Dalam periode tersebut, kelompok-kelompok yang disebut telah dipersiapkan dan dilatih oleh badan intelijen Amerika Serikat dan Israel dilaporkan turun ke jalan dan melepaskan tembakan ke arah warga sipil maupun aparat keamanan.

Ribuan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas dalam rangkaian peristiwa tersebut yang disebut memanfaatkan aksi protes ekonomi damai.

Republik Islam Iran mengecam kebijakan yang disebutnya sebagai strategi lama Amerika Serikat dalam membentuk, mendanai, dan mempersenjatai kelompok teroris di Asia Barat dan wilayah lainnya. Iran menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB serta prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

Teheran juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengutuk dan menghadapi tindakan tersebut.

Pernyataan Trump ini juga muncul setelah agresi militer AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari.

Baca Juga :
Wali Kota Arcadia di Los Angeles AS Mengaku Jadi Mata-mata China
Musuh Tak Terduga! UEA Diam-Diam Luncurkan Serangan ke Iran
Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Tinggal '1 Persen', Teheran Beri Balasan Menohok!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ahmad Agung Punya Peluang Samai Rekor Boaz dan Ian Louis Kabes jika Borneo FC Juara BRI Super League
• 15 jam lalubola.com
thumb
Beckham Putra dan Kakang Rudianto Tersulut Emosi, Umuh Muchtar Cerita Insiden dengan Jakmania di Bandara usai Persib vs Persija
• 16 jam laluharianfajar
thumb
KPK Periksa Istri Walkot Madiun Maidi, Telusuri Kepemilikan Aset
• 9 jam laludetik.com
thumb
Cara Negosiasi Gaji yang Efektif saat Melamar Pekerjaan
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
4 Pilihan Investasi saat Rupiah Semakin Lemah
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.