Bukan Soal Uang! Kuasa Hukum Inara Rusli Tolak Mediasi dengan Mawa di Luar Kantor Polisi karena Alasan Ini

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Pihak Inara Rusli secara tegas menutup pintu untuk melakukan mediasi di luar pengawasan kepolisian terkait perseteruannya dengan Wardatina Mawa. Meski permohonan mediasi telah diajukan dan direspons, Inara melalui kuasa hukumnya, Lechumanan, menyatakan hanya ingin bertemu di meja resmi penyidik.

Ada alasan kuat di balik sikap tegas ini. Lechumanan mengungkapkan bahwa mediasi di luar kantor polisi sangat berisiko dan sarat dengan kepentingan tersembunyi.

Menurut Lechumanan, pertemuan informal di luar prosedur hukum berpotensi menjadi bumerang bagi kliennya. Ia mengistilahkan hal tersebut sebagai "jebakan" yang bisa dimanfaatkan pihak lawan untuk menekan Inara.

"Saya minta kepada semua pihak ya, tolong ya, jangan ada mediasi di luar. Nanti mediasi di luar itu bisa menjadi jebakan," tegas Lechumanan saat ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (12/5/2026).

Lebih lanjut, pihak Inara mengendus adanya potensi permintaan yang tidak masuk akal jika mediasi dilakukan tanpa penengah dari kepolisian. Ia menekankan bahwa kasus ini bukanlah ajang untuk mencari keuntungan finansial, melainkan soal penegakan hukum.

"Yang penting saya minta perdamaian ini jangan ada upaya pras-memeras lho. Jangan seolah-olah kita takut, terus kemudian diminta sejumlah uang. Ini bukan perkara uang!" tambahnya.

Lechumanan menyindir adanya kemungkinan pihak lawan mengajukan syarat perdamaian yang tidak sebanding dengan bobot perkaranya.

"Jangan sampai perkaranya bobotnya kecil, tapi permintaannya besar. Nah, itu enggak bener itu," lanjut Lechumanan.

Selain itu, Inara Rusli melalui tim hukumnya meminta agar proses mediasi dilakukan secara profesional di bawah pengawasan Direktorat PPA Polda Metro Jaya. Hal ini dilakukan agar segala kesepakatan bersifat transparan dan adil bagi kedua belah pihak.

"Kalau memang mau mediasi, mau berdamai, berdamailah yang secara adil, berdamai dengan cara yang bener-bener profesional," pungkasnya.

Sebagai informasi, perseteruan antara Inara Rusli dan Wardatina Mawa (Mawa) melibatkan aksi saling lapor ke pihak berwenang terkait konflik rumah tangga yang melibatkan suami Mawa, Insanul Fahmi.

 

Wardatina Mawa melaporkan Inara Rusli ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan. Laporan ini didasari oleh dugaan hubungan Inara dengan Insanul Fahmi, yang belakangan diakui oleh Inara sebagai pernikahan siri.

Sebaliknya, pihak Insanul Fahmi juga melaporkan Mawa ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan akses ilegal dan penyebaran data pribadi.

Meskipun sempat ada upaya mediasi, pihak Mawa mengajukan syarat restorative justice yang mengharuskan pencabutan laporan akses ilegal, namun pihak Inara dikabarkan tetap ingin melanjutkan proses hukum tersebut.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PTFI Perkuat Ekonomi Papua Tengah Lewat Investasi Jangka Panjang
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Buntut Penilaian LCC Empat Pilar di Kalbar, Sekretariat Jenderal MPR RI non-aktifkan Juri dan MC
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Rupiah Melemah Tajam, Kemenkeu Intervensi Pasar Obligasi demi Tahan Dana Asing
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
IHSG Sesi I Anjlok 1,43%, Ada Crossing Jumbo di Saham 2 Konglomerat PANI – BREN
• 15 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.