Antisipasi Krisis Logistik, KSOP Tanjung Priok Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Minyak

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok menggelar simulasi penanganan tumpahan minyak akibat kecelakaan kapal di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/5/2026).

Simulasi tersebut dilakukan melalui skenario tabrakan kapal akibat gangguan mesin atau engine failure yang memicu pencemaran minyak di kolam pelabuhan.

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Kapten Heru Susanto mengatakan, simulasi dilakukan agar respons seluruh stakeholder pelabuhan bisa terintegrasi apabila kondisi darurat terjadi.

Baca juga: Misteri Tumpahan Minyak Raksasa Muncul di Dekat Jantung Ekonomi Iran

“Sebagai regulator, peran kami bukan hanya menetapkan aturan, tetapi memastikan seluruh ekosistem pelabuhan bergerak dalam satu irama ketika krisis terjadi," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, respons kedaruratan perlu dilakukan secara cepat dan terkoordinasi karena Tanjung Priok menjadi salah satu pusat arus logistik nasional dan perdagangan internasional Indonesia.

Simulasi yang disebut Joint Exercise Business Continuity Management System (BCMS) Tumpahan Minyak itu melibatkan lebih dari 30 stakeholder pelabuhan.

Baca juga: Tumpahan Minyak di Teluk Persia Meluas, Air Bersih 100 Juta Warga Terancam

Mereka adalah regulator, operator terminal petikemas internasional, terminal energi, terminal multipurpose, hingga fasilitas logistik.

Selain itu, simulasi juga menguji sistem komando kedaruratan, koordinasi lintas terminal, aktivasi command center, pengamanan alur pelayaran, hingga langkah pemulihan operasional pelabuhan setelah insiden terjadi.

KSOP Tanjung Priok menyebut latihan tersebut menjadi bagian dari implementasi Business Continuity Management System (BCMS) yang disusun bersama Pelindo Regional 2 dan stakeholder pelabuhan lainnya.

Baca juga: Pemkab Sumenep Belum Putuskan Tuntut Ganti Rugi Tumpahan Minyak Mentah di Gili Iyang

Ketua Tim Penyusun BCMS Pelabuhan Tanjung Priok Tedy Herdian mengatakan, dokumen BCMS memuat delapan skenario risiko kritikal operasional pelabuhan.

"Dokumen BCMS menetapkan delapan skenario risiko kritikal sebagai acuan utama pengelolaan keberlangsungan operasional pelabuhan, yakni pandemi kesehatan, terorisme, kerusuhan massa, kebakaran besar, tumpahan minyak, kemacetan logistik parah, gangguan kelistrikan, serta bencana alam," katanya dalam keterangan resmi yang sama, Selasa.

Baca juga: Gedung PT Sriboga di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang Terbakar, Diduga akibat Gesekan Mesin

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menambahkan, dokumen tersebut tetap akan dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan perkembangan yang ada.

“Dokumen BCMS ini bersifat dinamis dan akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan risiko, kompleksitas operasional pelabuhan, serta tantangan rantai pasok global,” tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Integrasi Produksi dan Logistik Dinilai Krusial bagi Ketahanan Industri
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Mengapa Harga Tiket Penerbangan Domestik Terasa Mencekik?
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Curhat Lisa Mariana Ngaku Pernah Disuruh Ayu Aulia Gugurin Kandungan
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Arab Saudi Dicoret! Supercoppa Italiana 2026 Cari Tuan Rumah Baru
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
TikTok Uji Model Bebas Iklan di Inggris, Berbayar Rp 94 Ribu per Bulan
• 20 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.