Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan mobil PT Astra International Tbk. (ASII) tercatat masih lesu hingga April 2026. Astra melaporkan penjualan mobil sebesar 41.752 unit.
Berdasarkan data Astra yang diterima Bisnis.com, penjualan mobil Astra pada April 2026 mencapai 41.752 unit, turun 54,77% secara tahunan (year on year/YoY), dibandingkan penjualan mobil pada April 2025 sebesar 26.976 unit.
Kemudian, penjualan mobil low cost green car (LCGC) Astra mencapai 7.470 unit pada April 2026, naik 1,19% YoY dibandingkan 7.382 unit pada April 2025.
Adapun, penjualan mobil Astra periode Januari–April 2026 mencapai 143.365 unit, naik 4,04% YoY dibandingkan penjualan mobil Astra periode Januari-April 2026 sebesar 137.788 unit.
Penjualan mobil LCGC Astra periode Januari–April 2026 mencapai 28.375 unit, turun 20,46% YoY, dibandingkan penjualan mobil LCGC Astra periode Januari-April 2026 sebanyak 35.676 unit.
Pangsa pasar penjualan mobil Astra pada April 2026 mencapai 52%, stabil dibandingkan pangsa pasar pada April 2025 sebesar 52%.
Sementara itu, pangsa pasar mobil LCGC Astra naik menjadi 83% pada April 2026, dari sebelumnya sebesar 79% pada periode yang sama tahun lalu.
Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo mengungkapkan sepanjang Januari hingga April 2026, penjualan mobil nasional tercatat sebanyak 289.787 unit, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode yang sama, penjualan mobil Astra mencapai 143.365 unit, atau tumbuh 4% secara tahunan.
“Pertumbuhan penjualan kendaraan Astra pada periode Januari hingga April 2026 didukung oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan komersial, terutama dari model unggulan kami Daihatsu Gran Max yang mendukung mobilitas dan kegiatan usaha konsumen,” ujar Windy.
Selain itu, kata dia, Toyota Veloz Hybrid yang diluncurkan pada akhir tahun lalu dan mulai dilakukan pengiriman kepada konsumen sejak Februari 2026 turut mendukung pertumbuhan penjualan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




