Setelah Sidak SPPG, KSP Dudung Sampaikan Saran Ini kepada Kepala BGN

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan masih menemukan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan kondisi yang dinilai tidak sesuai standar.

Kondisi tidak standar itu, yakni area dapur yang kotor, keberadaan belatung, pallet yang tidak memenuhi standar sehat, tempat pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta area dapur kering, penyimpanan basah, dan gudang kering yang masih bercampur.

BACA JUGA: Pegawai SPPG Meninggal, Ahli Waris Mendapat Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, Sebegini

Hal itu didapati Dudung saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua dapur SPPG di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Dudung bilang, pemisahan antara area kotor dan area bersih merupakan prinsip dasar dalam pengelolaan dapur makanan.

BACA JUGA: BGN Wajibkan Seluruh SPPG Tambah Penerima Manfaat 3B Dalam Dua Minggu

Untuk itu, dia meminta agar dapur SPPG yang tidak memenuhi standar segera diperbaiki dalam waktu dekat.

“Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, segera ditutup saja. Saya sampaikan ke BGN,” ucap Dudung dalam keterangannya, pada Selasa (12/5).

BACA JUGA: Hadir di Munas PAPDESI, Menko Zulhas: SPPG Wajib Belanja ke Desa

KSP sendiri telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional dan Wakil Kepala BGN untuk menindaklanjuti temuan di lapangan.

Dia juga mendorong agar dapur SPPG yang tidak memenuhi standar segera disuspen.

“Yang jelas saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN dan Wakil Kepala BGN. Setelah saya melihat langsung kondisi di lapangan, kita dorong kepada Kepala BGN agar dapur yang tidak memenuhi standar disuspen saja,” tuturnya.

Eks Pangdam itu menekankan, MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memenuhi gizi anak-anak Indonesia dan menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Oleh karena itu, pelaksanaannya tidak boleh hanya mengejar target jumlah makanan, tetapi harus memastikan nilai gizi dan kesehatan penerima manfaat.

“Kalau hanya untuk memenuhi target makanan, catering juga bisa. Tetapi yang paling penting bukan sekadar makanan tersaji, melainkan nilai gizi dan kesehatannya. Itu yang selalu ditekankan Bapak Presiden,” ujar Dudung.

Dia juga mengingatkan bahwa anggaran MBG berasal dari uang rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan secara benar.

Dudung meminta semua pihak, termasuk yayasan, pengelola SPPG, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya, tidak menjadikan program ini semata-mata sebagai ladang bisnis.

“Tidak boleh ada pihak-pihak yang tujuan kita itu baik, kemudian diuntungkan secara berlebihan. Kalau ada keuntungan ya wajar-wajar saja, tetapi jangan sampai menurunkan kualitas. Ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan,” tambahnya. (mcr4/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Hewan Kurban yang Sehat untuk Iduladha
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah DKI Jakarta
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rumah Sultan Rp80 Miliar Cepat Laku Keras, Ternyata Ini yang Terjadi
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gibran Puas! Proyek MRT Hampir 60%, Siap Ngebut ke Harmoni 2027
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rupiah Tembus Rp17.503 per Dolar AS, Tertekan Konflik Selat Hormuz dan Isu PHK Dalam Negeri
• 18 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.