Diam-diam Orang Indonesia Kebanyakan Gula, Gigi Jadi Korban Pertama? Ini Solusi Proteksinya

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Gaya hidup modern membuat konsumsi gula semakin sulit dihindari. Minuman kopi kekinian, teh boba, soda, dessert instan, hingga camilan manis kini menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat urban. 

Tanpa disadari, pola konsumsi seperti ini membuat asupan gula harian melonjak jauh di atas batas aman yang dianjurkan.

Di Indonesia, persoalan ini mulai menjadi perhatian serius. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per hari. 

Namun berbagai riset menunjukkan rata-rata konsumsi gula masyarakat Indonesia kini sudah mencapai 62 hingga 75 gram per hari. Angka tersebut belum termasuk “gula tersembunyi” yang banyak ditemukan dalam minuman kemasan, saus, makanan cepat saji, dan produk olahan modern.

Fenomena serupa sebenarnya juga terjadi di banyak negara maju. Di Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat tingginya konsumsi gula tambahan menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus obesitas dan gangguan kesehatan gigi. 

Sementara di Jepang dan Korea Selatan, tren produk oral care berbasis teknologi dan enzim mulai berkembang sebagai respons terhadap pola konsumsi makanan modern yang tinggi gula dan asam.

Kesadaran menjaga kesehatan mulut kini tidak lagi hanya soal menyikat gigi, tetapi juga perlindungan biologis terhadap bakteri dan plak yang terbentuk setelah mengonsumsi makanan manis.

Konsumsi Gula Berlebih Picu Krisis Kesehatan Gigi

Tingginya konsumsi gula bukan hanya berkaitan dengan diabetes atau obesitas. Rongga mulut justru menjadi area pertama yang menerima dampaknya secara langsung. 

Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman manis, bakteri di mulut dengan cepat mengubah sisa gula menjadi asam yang dapat merusak enamel gigi.

Menurut berbagai penelitian kesehatan gigi, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko karies atau gigi berlubang hingga hampir tiga kali lipat. 

Prosesnya bahkan berlangsung sangat cepat. Dalam waktu sekitar 20–30 menit setelah mengonsumsi makanan manis, bakteri Streptococcus mutans mulai memproduksi asam yang mengikis lapisan pelindung gigi.

Tak hanya itu, gula juga diubah menjadi glukan, yaitu senyawa lengket yang membantu plak menempel kuat di permukaan gigi. Kondisi inilah yang membuat pembersihan secara mekanis menggunakan sikat gigi biasa terkadang belum cukup optimal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengacara GAMKI Tegaskan Laporan Terhadap JK Bukan Berniat Menghukum
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Cara Pelabuhan Tanjung Priok Amankan Rantai Pasok Global dari Ancaman Pandemi dan Terorisme
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Rodriguez dan Cordova bertarung untuk peluang tantang juara WBC
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
KSP Tegaskan Dapur MBG yang Tidak Layak Harus Segera Ditutup atau Diperbaiki
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Alphabet dan Amazon Cari Utang di Luar AS demi Biayai Proyek AI
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.