Pengusaha Was-was Rupiah Tembus Rp17.500, Berencana Tahan Ekspansi

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran kalangan dunia usaha. Industri dinilai menghadapi tekanan berat akibat meningkatnya biaya impor bahan baku, mesin, hingga komponen produksi di tengah ketidakpastian global.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Erwin Aksa mengatakan pelemahan rupiah hingga Rp17.500 per dolar AS menjadi perhatian serius bagi pelaku usaha.

“Dampaknya sangat terasa terutama bagi pelaku industri yang masih bergantung pada impor bahan baku, mesin, komponen, maupun pembayaran kewajiban dalam dolar AS. Tekanan terhadap biaya produksi otomatis meningkat dan margin usaha menjadi lebih ketat,” ujar Erwin kepada Katadata.co.id Selasa (12/5). 

Menurut dia, pelaku usaha yang bergantung pada impor menjadi pihak yang paling terdampak karena kenaikan kurs membuat biaya pembelian barang dan bahan baku meningkat signifikan.

Sementara itu, eksportir memang memperoleh keuntungan dari sisi kurs dan daya saing harga. Namun, manfaat tersebut dinilai belum sepenuhnya optimal karena banyak industri ekspor Indonesia masih menggunakan bahan baku impor.

“Banyak industri ekspor Indonesia juga masih menggunakan bahan baku impor, sehingga ada efek kenaikan biaya di sisi produksi,” katanya.

Pengusaha Tahan Ekspansi

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha mulai menahan langkah ekspansi dan lebih fokus melakukan efisiensi untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Ia menilai pemerintah perlu menjaga kepercayaan pasar melalui stabilitas kebijakan dan koordinasi yang kuat antarotoritas ekonomi.

Pemerintah juga disebutnya perlu memprioritaskan langkah stabilisasi nilai tukar dan inflasi, memperkuat pasokan devisa ekspor, menjaga daya saing investasi, serta mempercepat substitusi impor dan hilirisasi industri untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam jangka panjang.

Selain itu, biaya energi, logistik, dan suku bunga juga perlu dijaga tetap kompetitif agar dunia usaha tidak menghadapi tekanan berlapis di tengah ketidakpastian global.

Senada, Ekonom NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan menilai pelemahan rupiah tidak bisa dianggap remeh karena berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional.

“Sektor manufaktur pasti terimbas besar. Saat ini lebih dari 70% impor kita adalah bahan baku penolong. Jadi ketergantungan terhadap impor untuk menghasilkan produk jadi siap masuk pasar masih sangat tinggi,” ujar Herry.

Ia menjelaskan tingginya ketergantungan impor membuat biaya input produksi semakin mahal ketika rupiah melemah. Kondisi itu pada akhirnya akan memicu kenaikan inflasi di tingkat produsen.

“Dengan tingginya ketergantungan terhadap impor, ditambah melemahnya rupiah, biaya input produksi akan makin mahal. Akibatnya inflasi di tingkat produsen akan naik,” katanya.

Menurut Herry, kenaikan biaya produksi pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang.

“Kenaikan inflasi di tingkat produsen pada akhirnya akan dibayar oleh konsumen,” ujarnya.

Di sisi lain, eksportir dinilai menjadi pihak yang paling diuntungkan dari pelemahan rupiah karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global.

“Kalau untuk eksportir tentu mereka senyum lebar. Harga barangnya lebih bersaing dan pendapatannya akan meningkat efek kurs,” kata Herry.

Ia pun meminta pemerintah bergerak cepat dengan memberikan relaksasi sementara terhadap impor bahan baku strategis guna menahan tekanan terhadap industri domestik.

“Pemerintah harus sigap. Misalnya memberikan relaksasi terhadap impor bahan baku penolong yang memiliki pasar besar maupun yang strategis di Indonesia seperti makanan, farmasi, energi, atau tekstil,” ujarnya.

Menurut Herry, relaksasi dapat diberikan dalam bentuk penundaan pajak atau fasilitas lain yang bersifat sementara selama kondisi pasar global masih bergejolak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelar Forum Bilateral, RI-Ethiopia Perkuat Kemitraan Global South
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Siapa yang Bakal Degradasi ke Liga 2: Persis Solo atau Madura United? Cek Jadwal dan Lawan Dua Laga Terakhir
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Puan Tegaskan DPR Kawal Hak Korban Kekerasan Seksual dan Buruh
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Diikuti Ratusan Personel, Menwa Jayakarta Gelar Lomba Tembak Reaksi Nasional
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Anggota DPRD Jember Main Gim dan Merokok saat Rapat Ternyata Kader Gerindra
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.