Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyebut penarikan pasukan TNI dari Lebanon bisa menjadi opsi jika situasi di lapangan tidak kondusif dan UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) tak lagi mampu menjamin perlindungan prajurit. Pemerintah menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan penugasan misi perdamaian.
"Apabila mandat UNIFIL tidak lagi mampu memberikan perlindungan bagi personel pemelihara perdamaian, maka penarikan pasukan lebih awal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan," kata Kepala Biro Humas dan Data Informasi (Karo Humas Datin) Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).
Advertisement
Namun, dia menilai hingga saat ini pengiriman pasukan ke Lebanon masih layak dilakukan dengan berbagai pertimbangan keamanan.
Honi menjelaskan, pemerintah terus menerima laporan terbaru dari TNI dan KBRI Beirut terkait kondisi wilayah rawan konflik. Kedua pihak juga telah menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi ancaman terhadap keselamatan prajurit di lapangan.
Selain opsi penarikan, pemerintah juga membuka kemungkinan reposisi pasukan ke wilayah yang lebih aman sesuai perkembangan situasi.
“Reorganisasi dan reposisi kekuatan pasukan dengan pertimbangan efektivitas perlindungan, bisa berupa pengosongan atau pemindahan pos satgas sesuai dengan situasi keamanan yang berlaku,” ujarnya, dilansir Antara.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmen terhadap mekanisme PBB dalam memastikan akuntabilitas dan perlindungan bagi pasukan perdamaian. Indonesia, kata Honi, tetap mendorong investigasi transparan jika terjadi insiden yang mengancam keselamatan prajurit TNI di Lebanon.
Dengan berbagai skenario tersebut, pemerintah memastikan personel TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) UNIFIL akan tetap mendapat dukungan penuh. Pada akhir Mei 2026, Indonesia kembali mengirim 780 prajurit untuk menggantikan pasukan yang telah menyelesaikan masa tugas selama satu tahun di Lebanon.




