Indeks saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup relatif datar pada perdagangan Selasa (12/5) waktu setempat seiring pelaku pasar menanti rilis data inflasi utama lainnya.
Indeks S&P 500 turun 0,16% ke level 7.400,96 sedangkan Nasdaq yang didominasi saham teknologi terkoreksi 0,71% ke level 26.088,20. Berbeda dengan dua indeks tersebut, Dow Jones Industrial Average justru mencatat kenaikan 56,09 poin atau 0,11%.
Tekanan terhadap pasar terutama datang dari pelemahan saham-saham teknologi serta kenaikan harga minyak dunia. Head of Portfolio Construction Citi Wealth Olaolu Aganga menilai tren belanja untuk pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di luar sektor teknologi membuka peluang investasi baru di sektor lain.
Menurut dia, investor masih dapat mencermati tema investasi jangka panjang seperti keamanan energi dan pembangunan infrastruktur.
“Kami memiliki pandangan global yang kami yakini akan bertahan lama, seperti keamanan energi dan infrastruktur, yakni perusahaan-perusahaan yang dapat memperoleh manfaat dari belanja modal terkait energi, jaringan listrik dan kemandirian energi,” ujar Aganga, dikutip dari CNBC, Rabu (13/5).
Aganga menambahkan, meski investor mungkin tertinggal dalam reli saham teknologi, masih terdapat sejumlah tema investasi jangka panjang yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan laba berkelanjutan.
Pelemahan sektor teknologi terjadi usai Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama sebulan sebagai kondisi yang sangat rapuh dan bergantung pada dukungan besar.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump menolak proposal balasan dari Teheran yang dinilai tidak dapat diterima untuk mengakhiri konflik.
Di sisi lain, investor juga mencermati data indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) April yang lebih tinggi dari perkiraan. Data itu menunjukkan laju kenaikan harga konsumen mencapai level tercepat dalam hampir tiga tahun terakhir.
Pelaku pasar kini menantikan rilis indeks harga produsen atau producer price index (PPI) April pada Rabu pagi waktu setempat.
Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan PPI utama naik 0,5% secara bulanan, sejalan dengan kenaikan pada Maret. Sementara itu, PPI inti yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi diproyeksikan meningkat 0,4%.




