Geger Perang 2 Negara Muslim, 372 Orang Tewas

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pasukan Taliban Afghanistan melancarkan serangan bersenjata terhadap tentara Pakistan di sepanjang perbatasan bersama mereka. (Sanaullah SEIAM/AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setidaknya 372 warga sipil Afghanistan tewas dalam konflik dengan Pakistan dalam tiga bulan pertama tahun ini. Dalam laporan PBB Selasa, lebih dari separuh kematian disebabkan oleh serangan udara terhadap fasilitas rehabilitasi narkoba di Kabul.

Perlu diketahui, hubungan antara kedua negara Muslim telah tegang sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021. Hubungan "meledak" menjadi apa yang oleh menteri pertahanan Pakistan disebut sebagai "perang terbuka" pada bulan Februari.


Islamabad menuduh pemerintah Taliban Afghanistan melindungi para militan di balik meningkatnya serangan ke Pakistan. Serangan ini diyakini Pakistan dilakukan Taliban Pakistan, namun dilindungi Taliban Afghanistan.

Baca: Awas Perang Besar Pecah, Dua Tetangga Nuklir RI Panas Lagi

"Antara 1 Januari hingga 31 Maret 2026, UNAMA (Misi Bantuan PBB di Afghanistan) mendokumentasikan total 372 warga sipil tewas dan 397 luka-luka akibat kekerasan bersenjata lintas batas antara pasukan keamanan Afghanistan dan pasukan militer Pakistan," kata lembaga itu, dimuat AFP, Rabu (13/5/2026).

Angka kematian dalam tiga bulan terakhir ini lebih tinggi dibandingkan jumlah korban jiwa pada periode yang dicatat oleh UNAMA sejak 2011. Menurut laporan tersebut, 13 perempuan, 46 anak-anak (31 laki-laki dan 16 perempuan) dan 313 laki-laki tewas di Afghanistan antara 1 Januari dan 31 Maret.

"Laporannya didasarkan pada pemeriksaan dengan tiga sumber independen," muat misi PBB itu.

"Penyebab utama jatuhnya korban sipil adalah serangan udara (64%) dan sisanya disebabkan oleh penembakan lintas batas tidak langsung dan satu pembunuhan yang ditargetkan terhadap seorang pekerja LSM," tambahnya.

UNAMA juga men menyebut banyak jenazah tidak dapat diidentifikasi karena sudah "terpotong-potong". Sementara yang lain tidak dapat dikenali "karena luka bakar yang parah".

"Angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi," tegas laporan tersebut lagi.


(sef/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Iran Balas Tawaran Damai AS, Bom Mobil Guncang Pakistan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mau Beli Mobil Hybrid? Pahami Dulu Jenisnya!
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
BPJS Kesehatan dan Pemprov Sultra Perkuat Sinergi untuk Tingkatkan Layanan JKN di Bumi Anoa
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah Sebelum Iduladha 2026? Ini Jadwal dan Niatnya
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
MSCI Coret 13 Saham RI dari Small Cap Index
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Awas Penipuan, KAI Services Imbau Pencari Kerja untuk Berhati-hati
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.