Trump mulai lawatan ke China, isu Iran dan Taiwan jadi sorotan

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Tokyo (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memulai kunjungannya ke China, Selasa (12/5), dengan menyebut lawatan tersebut akan menjadi sangat menarik dan dinantikan.

Perhatian dunia tertuju pada kemungkinan munculnya perkembangan penting terkait perang Iran maupun isu Taiwan dalam agenda pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping.

Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu malam dengan didampingi para eksekutif perusahaan besar Amerika Serikat.

Dia pun berharap dapat mengamankan kesepakatan bisnis besar antara dua negara dengan perekonomian terbesar dunia, meskipun hubungan dagang AS dan China lama diwarnai friksi dan persaingan teknologi.

“Dia adalah sosok yang memiliki hubungan baik dengan kami. Saya pikir Anda akan melihat hal-hal baik akan terjadi. Ini akan menjadi perjalanan yang sangat menarik,” kata Trump mengenai Xi.

Baca juga: Jelang kedatangan Trump, senator AS berkunjung ke Beijing

Namun, banyak pejabat di Asia dan kawasan lain lebih menyoroti peluang penyelesaian perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari, serta kemungkinan perubahan sikap resmi Washington terkait Taiwan.

Sebelum berangkat ke Beijing, Trump mengatakan akan menggelar pembicaraan panjang dengan Xi mengenai konflik di Timur Tengah. China merupakan pembeli terbesar minyak mentah Iran dan menjadi penopang penting ekonomi Teheran.

Di tengah minimnya kemajuan pembicaraan tentang upaya pembukaan kembali Selat Hormuz, Trump diperkirakan akan meminta Xi "mendesak" Iran agar mau mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Meski demikian, Trump pada Selasa mengatakan Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan China terkait Iran.

Baca juga: Trump tiba di Beijing pada Rabu untuk KTT dua hari dengan Xi Jinping

Sehari sebelumnya, Trump juga menyatakan akan membahas penjualan senjata AS ke Taiwan dengan Xi. Isu tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu prioritas dalam pertemuan puncak Trump dan Xi selama dua hari pada Kamis (14/5) dan Jumat (15/5).

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak penjualan senjata asing kepada pulau yang berpemerintahan sendiri itu.

Pada Desember, Trump mengumumkan paket penjualan senjata senilai 11 miliar dolar AS (sekitar Rp192,7 trilyun) kepada Taiwan, yang memicu reaksi keras Beijing.

Baca juga: China sebut siap bekerja sama dengan AS saat Xi bertemu Trump

Kunjungan itu menjadi lawatan pertama bagi presiden Amerika Serikat ke China sejak November 2017. Saat itu, Trump datang ke Beijing di masa jabatan pertamanya.

Trump dan Xi terakhir bertemu pada Oktober tahun lalu di Korea Selatan dan sepakat menghentikan sementara perang dagang kedua negara selama satu tahun.

Menurut Gedung Putih, pertemuan terbaru Trump dan Xi itu akan dimulai Kamis pagi setelah upacara penyambutan resmi. Kedua pemimpin dijadwalkan mengunjungi Temple of Heaven pada Kamis sore sebelum menghadiri jamuan kenegaraan.

Selanjutnya, Jumat, Trump akan makan siang formal bersama dengan Xi sebelum pulang.

Sumber: Kyodo

Baca juga: China: Xi dan Trump bahas perdamaian dunia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wapres Gibran dan Menhub Tinjau MRT Fase 2A, Targetkan HI-Monas Beroperasi Akhir 2027
• 6 jam lalumatamata.com
thumb
Warga Kembali Hadang dan Blokir Jalan Mobil Tangki Pengangkut CPO Milik PT Bensuli Salam Makmur
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Polisi Gerebek Tempat Karaoke di Jakbar, Diduga Jadi Lokasi Transaksi Narkoba
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Program MBG Diterima 61,9 Juta Orang, Capai 74,8 Persen dari Target
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Polri Cegah Indonesia Jadi Markas Judi Online dan Scam Internasional
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.