Gunung Semeru Erupsi 4 Kali dalam Sejam, Letusan Capai 1 Kilometer

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Lumajang: Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi sebanyak empat kali dalam kurun satu jam lebih, pada Rabu pagi, 13 Mei 2026. Tinggi letusan hingga 1 kilometer di atas puncak.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 13 Mei 2026, pukul 05.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, melansir Antara.


Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak pada Kamis pagi, 16 April 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Ia mengatakan kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

"Tidak selang lama, erupsi kembali terjadi pada pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," jelas dia.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 05.53 WIB, dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak (4.576 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

"Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," kata dia.

Baca Juga :

Alat Pemantau Aktivitas Gunung Semeru Hilang Dicuri
Erupsi keempat terjadi pada pukul 06.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau setinggi 4.176 mdpl. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik," ujarnya. Semeru Berstatus Siaga Liswanto menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga), dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Masyarakat pun dilarang melakukan aktivitas di luar jarak tersebut, khusunya pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," pesan dia.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Putusan MK, Kejagung Bikin Edaran Hitung Kerugian Negara Tak Hanya oleh BPK
• 22 jam laludetik.com
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 539, Hari Ini Selasa 12 Mei 2026: Rahasia Angelica Terbongkar, Aqeela Kabur Lagi
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Jelang Iduladha, Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban di Jakarta Masih Terkendali
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Polda Sumsel Intensifkan Pengawasan Karhutla di Perkebunan OKU Timur
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kemenperin Genjot Transformasi Teknologi Industri Nasional Lewat Penghargaan Rintek 2026
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.