Investasi di Sulsel Capai Rp5,41 Triliun pada Kuartal I/2026, Tumbuh 37,63%

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR — Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatatkan performa impresif pada awal tahun ini. Hingga kuartal I/2026, total penanaman modal yang masuk mencapai Rp5,41 triliun. Angka tersebut tumbuh sebesar 37,63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp3,93 triliun.

"Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi kuat dari sektor domestik maupun internasional," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulsel Asrul Sani di Makassar, Selasa (12/5/2026).

Secara rinci, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat mendominasi dengan angka Rp3,13 triliun, sementara penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp2,28 triliun.

Sektor pertambangan masih menjadi magnet utama sekaligus tulang punggung investasi di Sulsel dengan nilai realisasi Rp2,17 triliun. Angka tersebut mencakup sekitar 40,14% dari total investasi yang masuk ke wilayah ini.

Selain pertambangan, beberapa sektor lain turut mencatatkan kontribusi besar terhadap capaian kuartal pertama. Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran membukukan investasi sebesar Rp688 miliar, disusul oleh sektor transportasi, gudang, dan komunikasi yang mencapai Rp606 miliar.

Dari sisi negara asal investor asing, Kanada menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp1,01 triliun atau sekitar 44,14% dari total PMA. Posisi berikutnya ditempati oleh Australia dengan nilai investasi Rp960 miliar, Singapura Rp112 miliar, dan Hong Kong Rp101 miliar.

Baca Juga

  • Pahami Risiko Investasi Aset Digital
  • Siasat Daerah Gaet Investasi
  • Pengembangan Kakao Sulawesi: Kredit Rp26 Miliar Dikucurkan, 2 Tantangan Masih Mengintai

Secara spasial, Kabupaten Luwu memimpin sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi, yakni mencapai Rp1,41 triliun atau 25,98% dari total investasi Sulsel. Kota Makassar membayangi di posisi kedua dengan realisasi Rp1,23 triliun, diikuti Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp1,21 triliun. 

"Adapun Kabupaten Maros mencatatkan investasi Rp469 miliar dan Kabupaten Pangkep sebesar Rp165 miliar," papar Asrul Sani.

Geliat investasi ini juga berdampak linier terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada kuartal pertama, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 7.005 orang, meningkat 24,82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Mayoritas dari jumlah tersebut merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 6.877 orang, sedangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) tercatat sebanyak 128 orang.

Kemudian, Pemerintah Provinsi Sulsel sendiri menargetkan realisasi investasi sepanjang tahun 2026 dapat menyentuh angka Rp22,58 triliun. Dengan capaian Rp5,41 triliun pada kuartal I/2026, maka progres investasi di Sulsel saat ini telah terealisasi sebesar 23,96% dari target tahunan. 

"Tren positif ini diharapkan dapat terus terjaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional di periode berikutnya," ujar Asrul Sani.

1778638307_b1a72073-449f-44ec-8a68-1c58b93b9764.

Proses penambangan nikel di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023). /Bisnis-Paulus Tandi Bone.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Berita Populer: Lita Gading Diperiksa; Kamelia soal Hubungan dengan Ammar Zoni
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
19 Saham RI Keluar dari Indeks MSCI, OJK: Konsekuensi Jangka Pendek Proses Reformasi Integritas
• 38 menit laluidxchannel.com
thumb
TPA Klotok Cairkan Kompensasi, Warga: Buat Beli Masker Setahun Saja Belum Cukup
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Kapolrestabes Perintah Tembak Ditempat Geng Motor yang Ancam Nyawa Warga Makassar
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 12 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.