Jakarta, tvOnenews.com- Tengah viral video lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI di media sosial. Isu ini menarik perhatian publik, salah satunya Atalia Praratya.
Mantan Istri Gubernur Jawa Barat itu, ikut menyoroti isu viral cerdas cermat MPR tersebut. Dalam keterangannya, mantan istri Ridwan Kamil itu memuji salah satu siswi yang ikut serta.
- Instagram @jsphalxndra
Pujian Atalia Praratya terhadap siswi bernama Josepha Alexandra (Ocha) karena telah berani bersuara dalam cerdas cermat tersebut.
Meskipun harus dikurangi poinnya, Ocha dengan berani mengungkapkan yang dirasanya benar. Sebab dalam momen cerdas cermat itu, ia merasa lebih dulu menjawab pertanyaan.
"Kira-kiraaa, apa perbedaannyaaa??? Geser sampai akhir yaa… Biar sama-sama lihat, kadang yang bikin salut bukan cuma siapa yang menang, tapi siapa yang berani menyuarakan kebenaran," katanya dikutip dari Instagramnya, Rabu (13/5).
Dalam kesempatan tersebut banyak yang menduga jika Ocha lebih dulu menyampaikan jawaban. Namun sayangnya dia dikalahkan dan dipotong poinnya.
Atalia pun mendukung langkah Ocah yang berani menyuarakan kebenaran. Dalam penilaiannya, Ocha bisa menjelaskan kalau dia menjawab benar.
Bahkan anggota DPR itu juga memberikan nilai 1000 untuk Ocha, karena dianggap jujur dan berani menyuarakan kebenaran.
- dok.kolase tvOnenews.com/instagram Atalia/YouTube/cxomedia/
"Apresiasi untuk SMAN 1 Pontianak, khususnya adik Ochaaaa..Di saat banyak orang memilih diam, ia memilih speak up dengan santun karena merasa jawabannya benar," jelas Atalia, mantan Istri Gubernur Jawa Barat.
"Dan buat saya, keberanian seperti ini nilainya jauh lebih besar dari sekadar angka di papan skor.. Integritas, rasa percaya diri, dan keberanian menyampaikan pendapat itu penting sekali dimiliki generasi muda kita," pesannya.
Respons MPRSetelah viranya video lomba cerdas cermat itu, MPR memberikan respons dan mengakui ada kesalahan.
Kesalahan tersebut disampaikan MPR melalui Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI yang sudah mengambil sikap tegas seperti putus kontrak sama MC dan dewan juri.
Disampaikan pula oleh MPR kalau permohonan maaf, karena adanyakelalaian dewan juri dalam babak final yang diselenggarakan di Pontianak pada Sabtu (9/5) lalu.




