Iran Gugat AS ke Pengadilan Arbitrase Den Haag

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

VIVA –  Iran mengajukan gugatan ke Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, atas tindakan agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Dalam gugatannya, Teheran menuntut Washington menghentikan ikut campur urusan dalam negeri Iran, tidak mengulangi perbuatannya dan mengganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan terhadap Iran.

Pengaduan tersebut didaftarkan berdasarkan ketentuan Perjanjian Aljazair 1981 di Pengadilan Klaim Iran-Amerika Serikat, menyusul pelanggaran kewajiban internasional oleh AS selama perang 12 hari melawan Iran pada Maret 2026.

Baca Juga :
Trump Unggah Peta Grafik Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS
China ‘Ngamuk’ Usai Netanyahu Tuduh Beijing Bantu Iran Buat Rudal

Gugatan Iran, yang terdaftar sebagai Kasus No. A-34, mengacu pada Paragraf 1 Perjanjian Aljazair. Dalam pengajuannya, Iran telah merinci contoh-contoh pelanggaran AS, termasuk perang 12 hari pada Maret 2026, agresi militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran, pemberlakuan sanksi ekonomi, serta ancaman penggunaan kekuatan militer.  

Menurut laporan tersebut, Teheran dilaporkan telah meminta pengadilan arbitrase untuk menuntut AS menghentikan campur tangan langsung dan tidak terlibat langsung dalam urusan internal Iran, serta memberikan kompensasi penuh atas semua kerusakan yang disebabkan AS. 

Berdasarkan Paragraf 1 Perjanjian Aljazair, Amerika Serikat berkomitmen untuk menahan diri dari intervensi langsung atau tidak langsung, politik atau militer, dalam urusan internal Iran.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026, dan dibalas Iran dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata pada 7 April yang dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad meski berakhir tanpa kesepakatan.

Seiring kegagalan mencapai kesepakatan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Para mediator saat ini sedang berupaya untuk mengatur putaran negosiasi baru. (Mizan)

 
 

Baca Juga :
AS Kuras Anggaran Rp500 Triliun Lebih untuk Biaya Perang Iran
IRGC Latihan Tempur Besar-Besaran di Tehran, Ada Apa di Balik Manuver Iran?
AS Habiskan Rp 500 Triliun untuk Perang Lawan Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Blibli Boyong Brand Sport Wearable Audio HAKII Masuk Indonesia
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Belasan Tembakan Terdengar dalam Penangkapan Senator Filipina
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kolaborasi Pertamina Patra Niaga-ISOG, Sulap Operasional Kilang Lebih Efisien
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Hands-On Honor X7d, Punya Baterai-RAM Jumbo Harga Rp 4 Jutaan
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Update Kondisi dari Marc Marquez Pasca Crash saat MotoGP Prancis 2026, Sang Juara Bertahan Umumkan Kalau Dirinya...
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.