OJK respons MSCI mengeluarkan 18 saham RI dari indeks global

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons keluarnya 18 saham Indonesia dari indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai konsekuensi jangka pendek dari reformasi integritas dan transparansi pasar modal Indonesia.

“Konsekuensi balancing dari MSCI yang diumumkan hari ini tentu ini jadi bagian dari konsekuensi jangka pendek dari proses reformasi integritas yang kita hadirkan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Hasan Fawzi.

Dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu, Hasan Fawzi mengatakan langkah reformasi itu telah dimulai sejak Februari 2026 melalui delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.

Menurut Hasan, salah satu fokus utama reformasi tersebut adalah menjawab perhatian investor global dan lembaga penyedia indeks seperti MSCI terkait transparansi struktur kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.

Baca juga: OJK sebut koreksi IHSG usai rebalancing MSCI masih wajar

OJK bersama self regulatory organization (SRO) sudah menjalankan sejumlah kebijakan reformasi, salah satunya meningkatkan batas minimum free float saham menjadi 15 persen dari sebelumnya 7,5 persen.

Ketentuan ini berlaku langsung bagi emiten yang akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), sementara emiten eksisting diberikan masa transisi untuk menyesuaikan diri.

Selain itu, OJK juga mendorong Bursa Efek Indonesia untuk membuka data kepemilikan saham di atas 1 persen kepada publik, menghadirkan detail klasifikasi investor, serta publikasi high shareholding concentration.

Dengan adanya aturan baru tersebut, sejumlah saham akhirnya tidak lagi memenuhi kriteria MSCI karena struktur kepemilikannya semakin terbuka ataupun akibat penurunan harga saham sejak reformasi dijalankan.

Karena itu, menurut Hasan, keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks global merupakan dampak yang telah diperhitungkan sejak awal reformasi.

Hasan mengakui reformasi tersebut menimbulkan “short term pain” berupa tekanan harga saham dan penyesuaian indeks dalam jangka pendek.

Namun, regulator meyakini langkah tersebut akan menghasilkan “long term gain” berupa pasar modal yang lebih kredibel, transparan, dan layak investasi dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, Hasan juga menegaskan posisi pasar modal Indonesia tetap berada dalam kategori emerging market dan tidak mengalami penurunan klasifikasi dari MSCI.

“Kami juga dapat mengutip bahwa pasar kita tetap dinilai baik, kredibel, dan prospektif. Terbukti tidak ada penurunan klasifikasi pasar, misalnya yang kemudian kita hadapi saat ini kita masih confirmed ada di kelompok emerging market seperti sebelumnya,” jelasnya.

Baca juga: MSCI keluarkan enam saham RI dari Global Standard Index

Adapun MSCI mengumumkan hasil tinjauan indeks pasar Indonesia dalam MSCI May 2026 Index Review.

Dalam hasil tinjauan tersebut, enam saham Indonesia resmi dikeluarkan dari daftar MSCI Global Standard Index.

Keenam saham tersebut yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Sementara, pada MSCI Small Cap Index, MSCI memasukkan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ke dalam MSCI Global Small Cap Index.

Baca juga: OJK yakini reformasi pasar modal RI bawa keuntungan jangka panjang

Di sisi lain, MSCI menghapus sejumlah saham dari MSCI Global Small Cap Index, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Lalu PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadiem Berterima Kasih ke Pendukungnya di Sidang: Saya Tak Merasa Sendiri
• 53 menit lalukompas.com
thumb
Cara Mengenali Calon Orang Sukses dari Bahasa Tubuhnya
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Hari Ini Nadiem Makarim Jalani Sidang Tuntutan Kasus Korupsi Chromebook di PN Tipikor Jakarta
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Kabar Terbaru Josepha Alexandra Peserta LCC MPR RI, Keluarga Spill Rombongan C2 Bakal Bertemu Presiden
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Astra Daihatsu Buka Lowongan Kerja 2026: Buka 3 Posisi untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya!
• 47 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.