Uni Emirat Arab Pernah Diam-Diam Melancarkan Serangan Udara, Lumpuhkan Kilang Minyak Iran

erabaru.net
9 jam lalu
Cover Berita

The Wall Street Journal pada 11 Mei mengutip laporan dari sumber internal yang menyebutkan bahwa selama perang di Timur Tengah, Uni Emirat Arab pernah melancarkan serangan militer rahasia terhadap target di Iran, termasuk serangan udara terhadap sebuah kilang minyak di Lavan Island.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa serangan itu terjadi pada awal April, dan hingga kini pemerintah Uni Emirat Arab belum secara terbuka mengakui operasi tersebut.

EtIndonesia. Pada 8 April, hanya beberapa jam setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa fasilitas minyak di Lavan Island terkena serangan udara. Iran kemudian melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Menurut laporan The Wall Street Journal, serangan udara tersebut menyebabkan kilang minyak Iran terbakar hebat dan kapasitas produksinya hampir lumpuh total.

Televisi Republik Islam Iran saat itu mengutip pernyataan Perusahaan Nasional Pengolahan dan Distribusi Minyak Iran yang mengatakan bahwa fasilitas penyulingan di Lavan Island mengalami serangan hebat sekitar pukul 10 pagi waktu setempat. Sebagai balasan, Teheran menembakkan sejumlah besar rudal dan drone ke Uni Emirat Arab dan Kuwait.

Pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab hanya menyatakan melalui platform X bahwa sistem pertahanan udara mereka sedang menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Iran memusatkan sebagian besar serangannya kepada Uni Emirat Arab, dengan lebih dari 2.800 rudal dan drone diarahkan ke negara tersebut, jumlah yang disebut jauh melebihi serangan terhadap negara lain mana pun, termasuk Israel.

Seorang sumber mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Washington tidak merasa terlalu khawatir terhadap serangan udara Uni Emirat Arab, karena perjanjian gencatan senjata saat itu belum resmi berlaku sepenuhnya.

Penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, pada April lalu mengatakan kepada para wartawan bahwa ketika seluruh negara Teluk Persia menghadapi risiko keamanan yang semakin meningkat dan mulai mempertanyakan apakah Amerika Serikat masih merupakan pelindung yang dapat diandalkan, Uni Emirat Arab justru semakin memperkuat hubungan dengan AS.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
The Weeknd Bawa DJ Jepang Yousuke Yukimatsu ke Konser Jakarta 2026
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Bank Indonesia dan Polri Musnahkan Ratusan Ribu Lembar Uang Palsu
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Polda Kepri Bongkar Sindikat Judi Online Internasional di Batam, 24 WNA Ditangkap
• 8 menit lalurctiplus.com
thumb
Ketika Judi Online Bertemu Kripto: Ancaman Baru Pencucian Uang Digital
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kemenag Pantau Hilal Zulhijah 1447 H di 88 Titik untuk Penetapan Idul Adha 2026
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.