Ammar Zoni Dipindah Lagi ke Nusakambangan, Aditya Zoni Akui Keluarga Tidak Terima dan Khawatirkan Kondisi Mental Sang Kakak

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Adik Ammar Zoni, yakni Aditya Zoni, mengaku keluarganya merasa kecewa atas keputusan yang membuat Ammar kembali dipindahkan ke Nusakambangan. Keluarga menilai keputusan tersebut menjadi pukulan berat di tengah proses hukum yang sedang dijalani Ammar terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

Sebelumnya, Ammar diketahui sempat menjalani masa tahanan di Nusakambangan sebelum akhirnya dipindahkan ke Lapas Cipinang. Namun, pada Kamis malam (7/5/2026), Ammar kembali dibawa ke Nusakambangan usai divonis 7 tahun penjara.

Keputusan tersebut membuat keluarga merasa sedih dan sulit menerima keadaan yang harus dihadapi Ammar saat ini. Aditya pun mengungkapkan kekecewaan keluarganya terhadap situasi tersebut.

“Pasti dari pihak keluarga kecewa, tidak terima, karena bagaimanapun juga itu bukan status yang bagus ya,“ ujarnya dikutip dari FYP TRANS7 pada Rabu (13/5/2026).

Ia mengatakan bahwa status Ammar sebagai narapidana di Nusakambangan bisa memengaruhi kehidupan keluarga di masa depan. Tidak hanya itu, Aditya juga memikirkan dampaknya terhadap anak-anak dalam keluarga mereka.

“Maksudnya itu kan bisa berdampak ke keluarga kita, ke anaknya, ke anak saya, mungkin ke anaknya Panji nanti gitu loh,“ katanya.

Aditya menilai pemberitaan dan jejak digital terkait kasus Ammar akan tetap ada dalam waktu lama. Hal itulah yang membuat keluarganya semakin menyayangkan keputusan pemindahan tersebut.

“Dan arsip media kan enggak akan hilang, jejak digital tidak akan hilang. Makanya menurut saya sangat disayangkan lah Bang Ammar dikembalikan ke Nusakambangan padahal tidak kapasitasnya gitu loh menurut saya,“ ungkapnya.

Selain kecewa, Aditya juga mengaku sangat khawatir terhadap kondisi mental Ammar selama berada di Nusakambangan. Ia melihat sang kakak sudah terlihat sangat terpuruk sebelum dipindahkan kembali ke sana.

“Kesehatan mental yang aku takutin banget sih. Kalau dilihat sebelum berangkat ke Nusakambangan memang down sekali dan aku takutnya dia kenapa-kenapa,“ tuturnya.

Aditya mengatakan dirinya kini lebih fokus memikirkan kondisi kesehatan Ammar dibanding hal lainnya. Ia takut tekanan yang dihadapi sang kakak dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mentalnya selama di penjara.

 

“Aku mikirnya kesehatannya aja sih, sama mentalnya disana seperti apa,“ ucapnya.

Di akhir pernyataannya, Aditya berharap kasus yang menimpa Ammar bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang, terutama generasi muda. Ia menegaskan bahwa narkoba dapat menghancurkan kehidupan seseorang sekaligus keluarganya.

„ya menurut aku ini bukan hanya pelajaran untuk Ammar Zoni, tapi ini untuk semuanya ya. Apalagi generasi muda juga, untuk kita menjauhi narkoba, karena itu benar-benar menghancurkan keluarga kita,“ tutupnya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rumah Peninggalan Rektor Pertama UGM, Prof. Dr. Sardjito di Yogyakarta Dijual
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kadin-KemenLH perkuat peluang green jobs hingga transisi energi
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Anggaran Militer AS Terkuras Rp507 Triliun Lawan Iran
• 14 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 18 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Nyaman Banget! Sonny Stevens Ingin Pensiun Bersama Dewa United
• 3 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.