Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.474 saat Dolar AS Tancap Gas

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke posisi Rp17.474,5 pada perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026). Di sisi lain, laju greenback terpantau mengalami apresiasi. 

Berdasarkan data pasar, nilai tukar rupiah tercatat menguat sebesar 54 poin atau 0,31% menuju level Rp17.474 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS sendiri mengalami kenaikan 0,20% menuju level 98,49.

Di sisi lain, mayoritas mata uang di Asia juga ditutup menguat. Won Korea terapresiasi 0,26% bersama yuan China 0,09%. Baht Thailand dan ringgit Malaysia juga masing-masing menguat 0,12% dan 0,17% terhadap dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan rupiah terjadi di tengah sentimen pasar global yang masih rapuh. 

Menurutnya, pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kondisi kritis negosiasi dengan Iran telah meredam optimisme gencatan senjata dan memicu kekhawatiran inflasi energi akibat terganggunya jalur Selat Hormuz.

“Perang dengan Iran mulai berdampak pada perekonomian AS karena harga minyak yang lebih tinggi menyebabkan harga bahan bakar menjadi lebih mahal, dan para ekonom memperkirakan melihat dampak putaran kedua dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga

  • Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026
  • 'Obat Penenang' Rupiah ala Purbaya
  • Produsen Cat Avian (AVIA) Bersiap Hadapi Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Ibrahim menuturkan fokus pasar kini tertuju pada pertemuan puncak Trump dengan Xi Jinping di Beijing pada 14-15 Mei mendatang. Pertemuan strategis tersebut diharapkan membahas ketegangan dagang hingga rantai pasokan global, di tengah keraguan pasar akan kesepakatan damai yang langgeng.

Dari sisi domestik, meski pasar memasuki periode cuti bersama pada Kamis dan Jumat besok, Bank Indonesia (BI) dipastikan tetap berada di pasar untuk melakukan stabilisasi. BI juga terus melakukan intervensi di pasar offshore secara berkesinambungan mulai dari pasar New York, Asia, hingga Eropa.

"BI juga akan melakukan intervensi secara agresif di pasar domestik sejak pembukaan tanggal 18 Mei mendatang melalui pasar valas (spot dan DNDF) serta pembelian SBN di pasar sekunder," pungkas Ibrahim.

Di sisi lain, pasar juga mencermati posisi utang pemerintah yang mencapai Rp9.920,42 triliun per Maret 2026. Meski mendekati angka Rp10.000 triliun, rasio utang terhadap PDB masih tercatat di level 40,75%, atau masih di bawah ambang batas aman 60% sesuai Undang-Undang Keuangan Negara.

Untuk perdagangan pekan depan, Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah pada rentang Rp17.470–Rp17.530 per dolar AS. Adapun untuk rentang pergerakan sepekan diperkirakan berada di kisaran Rp17.420–Rp17.650 per dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gandeng Prefektur Miyazaki, Kemnaker Dorong Penempatan Magang Teknis ke Jepang
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Demo Besar Guncang Argentina, Tolak Rencana Presiden Potong Anggaran Pendidikan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Begini Cara Cek dan Hitung Free Float Saham Setelah Aturan Baru BEI
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rumah Peninggalan Rektor Pertama UGM, Prof. Dr. Sardjito di Yogyakarta Dijual
• 32 menit lalukumparan.com
thumb
Persib Kehilangan Layvin Kurzawa hingga BRI Super League Musim Ini Berakhir
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.