JAKARTA, KOMPAS - Pendidikan manajemen menjadi salah satu kunci penting agar pelaku usaha mampu membawa bisnisnya tumbuh berkelanjutan di tengah persaingan dan perubahan pasar yang semakin cepat. Tidak sedikit perusahaan skala menengah yang memiliki produk dan pasar potensial, tetapi kesulitan berkembang karena lemahnya strategi bisnis, tata kelola, hingga kepemimpinan perusahaan.
Hal itu mendorong hadirnya berbagai program pendidikan bisnis bagi pengusaha, salah satunya Stanford Seed Transformation Program (STP) dari Stanford Graduate School of Business yang kini membuka pendaftaran angkatan 2027 bagi pengusaha Indonesia hingga 1 Juni 2026. Program ini juga menyediakan beasiswa bagi peserta yang memenuhi syarat.
Country Director Stanford Seed Indonesia, Philip Setiadi mengatakan, pendidikan manajemen penting agar pengusaha tidak hanya fokus menjalankan operasional sehari-hari, tetapi juga mampu membangun strategi jangka panjang bagi perusahaannya.
"Dalam kesempatan ini kami menghadirkan pendidikan bisnis kelas dunia langsung ke Indonesia bagi para pengusaha, atau CEO dan founder yang siap mengembangkan perusahaan mereka," ujar Philip di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Program pelatihan bisnis tersebut ditujukan untuk pengusaha atau pemilik bisnis skala menengah yang ingin mentransformasi perusahaannya. Selama 10 bulan, peserta akan mempelajari strategi bisnis, pemasaran, pengelolaan keuangan, pengembangan sumber daya manusia, hingga kepemimpinan perusahaan.
Dulu lihat pendidikan sebatas kurikulum, sekarang juga harus memikirkan strategi bisnis.
Menurut Stanford Seed, peningkatan kapasitas manajemen menjadi faktor penting bagi pertumbuhan usaha. Data program menunjukkan sekitar 87 persen perusahaan peserta berhasil mendapatkan pendanaan setelah mengikuti program, dengan median peningkatan pendapatan mencapai 29 persen dalam satu tahun.
"Secara kolektif, lulusan STP telah mengamankan 2 miliar Dollar Amerika Serikat dalam bentuk pinjaman, ekuitas, dan hibah," tuturnya.
Di Indonesia, dampak serupa mulai terlihat pada peserta angkatan pertama dan kedua. Sebagian besar perusahaan peserta berhasil memperoleh pembiayaan untuk pengembangan usaha. Selain itu, sebanyak 56 persen peserta memperluas penjualan ke kota, wilayah, atau negara baru pada 2025. Persentase yang sama juga tercatat untuk perusahaan yang memperluas segmen pelanggan serta meluncurkan inovasi produk dan layanan baru.
Co-Founder dan CEO dibimbing.id serta Cakrawala University, Zaky Muhammad Syah, mengaku memperoleh perubahan signifikan setelah mengikuti program tersebut. Ia mengatakan, pembelajaran mengenai fokus strategis dan struktur kepemimpinan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan bisnisnya.
“Perubahan paling berdampak yang saya lakukan adalah menerapkan fokus strategis dan struktur kepemimpinan yang jelas. Hasilnya, pendapatan kami tumbuh secara signifikan, NPS meningkat di atas 75, dan kami memperluas kemitraan perekrutan kami dengan lebih dari 1.000 perusahaan,” ujar Zaky.
Co-Founder Green Montessori School, Nourma Bachtiar, menilai, STP tidak hanya memberikan pendampingan strategi bisnis melainkan juga menambah wawasan dalam memberikan dampak yang lebih luas untuk bidang pendidikan yang dikelolanya.
"Dulu lihat pendidikan sebatas kurikulum. Kini melalui STP kita diajak memperhatikan bagaimana orangtua melihat pendidikan di setiap secara jenjang berbeda dan apa yang yang diinginkan orangtua untuk pendidikan anak-anak mereka," kata Nourma.
Kurikulum program mencakup tujuh modul utama, mulai dari strategi dan model bisnis, operasi dan manajemen keuangan, pemasaran dan penjualan, hingga pengembangan kepemimpinan. Di akhir program, peserta diminta menyusun rencana transformasi bisnis sebagai panduan pengembangan perusahaan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Program tersebut menyasar pengusaha dengan omzet tahunan sekitar Rp 5 miliar hingga Rp 230 miliar dan memiliki tim manajemen minimal tiga orang. Peserta juga akan memperoleh akses jaringan bisnis global melalui komunitas Seed Transformation Network yang kini memiliki lebih dari 1.500 anggota di Afrika, Asia Selatan, dan Indonesia.
Stanford Seed mencatat, sekitar 42 persen anggota komunitas tersebut telah melakukan kerja sama bisnis dengan sesama peserta. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan bisnis tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka akses terhadap jejaring profesional yang dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan.
Program STP 2027 sendiri akan berlangsung mulai Januari hingga November 2027. Program ini ditujukan bagi pengusaha dengan omzet tahunan sekitar 300.000 dollar AS hingga 15 juta dollar AS atau setara Rp 5 miliar hingga Rp 230 miliar, serta memiliki minimal tiga anggota tim manajemen selain pemilik usaha.





