JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Republik Indonesia (RI) Muhammad Qodari mengatakan sebanyak 19.312 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana Sumatera akhir November 2025 lalu, telah selesai dibangun.
"Hunian sementara atau huntara berdasarkan data Satgas PRR (Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) per 12 Mei 2026, dari total target 20.338 unit, sebanyak 19.312 telah selesai dibangun," ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026), dipantau dari Breaking News KompasTV.
Dengan kata lain, huntara yang sudah dibangun mencapai 94,9 persen dari target.
Sedangkan pembangunan hunian tetap (huntap) di tiga provinsi terdampak bencana, kata Qodari, bersumber dari berbagai pihak.
Baca Juga: Sinergi Pemerintah dan Ketangguhan Penyintas: Menjemput Harapan di Tanah Bencana Sumatera
Ia mengatakan saat ini, huntap ada yang sudah selesai dibangun, ada yang masih dalam proses pembangunan, dan ada yang masih dalam tahap perencanaan.
"Per 12 Mei 2026, sebanyak 357 unit telah selesai dibangun dan 996 unit sedang dalam progres. Sebanyak 37.983 masih dalam tahap perencanaan dan akan terus berproses," paparnya.
Qodari mengatakan pemerintah juga akan memberikan dukungan keuangan kepada warga terdampak bencana Sumatera.
Ia menjelaskan, pemerintah menyalurkan tiga instrumen dukungan keuangan secara bersamaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana Sumatera dapat memulihkan kehidupan dan kehidupan ekonominya.
Pertama, kata dia, pemerintah menyalurkan dana tunggu hunian atau DTH. Ia menjelaskan besaran DTH adalah Rp600.000 per bulan per Kepala Keluarga (KK) dan disalurkan sekaligus untuk 3 bulan sebesar Rp1,8 juta per KK.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- bakom
- huntara
- huntap
- bencana sumatera
- huntara bencana sumatera
- muhammad qodari





