Hari Bumi 2026, Jateng Gencarkan Energi Terbarukan hingga Pemanfaatan Minyak Jelantah

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Bumi 2026 bertema Our Power Our Planet. Kegiatan ini menyoroti pentingnya transisi energi baru terbarukan serta pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai sumber energi alternatif.

Peringatan Hari Bumi tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun ini diisi dengan berbagai agenda strategis, mulai dari pemberian penghargaan Jateng Energy Transition Award (JETA), penandatanganan kerja sama pemanfaatan minyak jelantah rumah tangga, hingga workshop edukasi mengenai energi ramah lingkungan.
 

Baca Juga :

Kenapa Motor Listrik Nyaris Tak Bersuara? Ini Penjelasannya-Melek Teknologi


Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar mulai beralih dari ketergantungan terhadap energi fosil menuju energi terbarukan yang tersedia di sekitar lingkungan.

“Tujuan utama kami bersama IESR adalah mengedukasi masyarakat dan memberikan ilmu pengetahuan terbaru dalam pengembangan energi baru terbarukan. Kita harus melakukan transisi energi dari ketergantungan energi fosil menjadi energi baru terbarukan yang ada di sekeliling kita,” ujar Agus.

Menurutnya, banyak sumber energi alternatif yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, mulai dari energi matahari, angin, biogas, hingga pengolahan limbah rumah tangga dan minyak jelantah.

“Banyak sebetulnya di lingkungan kita sampah-sampah yang selama ini seolah tidak bermanfaat, ternyata bisa menjadi pengganti energi fosil yang kita gunakan selama ini,” kata Sugiharto, menambahkan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah sesuai arahan Presiden yang menargetkan persoalan sampah selesai maksimal pada 2029.

Ia mengapresiasi capaian Jawa Tengah yang telah memiliki 2.331 desa mandiri energi. Namun, menurutnya, upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih perlu diperkuat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan kepala daerah yang sudah mendorong terbentuknya 2.331 desa mandiri energi. Ini yang perlu kita dampingi dan kawal untuk menyadarkan masyarakat terhadap pengelolaan sampah,” kata Taj Yasin.

Ia menjelaskan pemerintah daerah juga tengah mendorong konsep aglomerasi pengelolaan sampah antardaerah agar volume sampah yang dikelola dapat memenuhi syarat intervensi program pusat.

“Nah, kabupaten juga harus kita dorong, karena transportasi sampah ini harus benar-benar bisa mengambil sampah yang ada di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Melalui program transisi energi dan pemanfaatan limbah tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap masyarakat semakin mandiri secara energi sekaligus ikut menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen Liga Inggris Jelang Man City vs Crystal Palace Dini Hari Nanti
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dubes Polandia yakin kerja sama ekonomi dengan Indonesia tumbuh
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Purbaya Minta Masyarakat Jangan Panik Soal Rupiah: Tak Akan Sejelek 98
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.