HARIAN FAJAR, JAKARTA — Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian dunia balap internasional usai tampil luar biasa pada Moto3 GP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. Pembalap muda Indonesia itu sukses melakukan comeback spektakuler dari posisi ke-14 hingga finis di urutan keempat, membuat Honda Team Asia memberikan julukan baru yang langsung viral: Boeing 954.
Aksi agresif Veda Ega Pratama sepanjang balapan membuat banyak penggemar Moto3 terpukau. Rider berusia 17 tahun tersebut tampil tanpa takut menghadapi duel ketat di rombongan tengah sebelum akhirnya merangsek ke barisan depan.
Penampilan impresif itu bahkan membuat Honda Team Asia memberikan julukan khusus lewat unggahan media sosial mereka yang dikutip Beritasatu.com pada Selasa (12/5/2026).
Sebelumnya, Veda memang sudah dikenal dengan julukan Rocket Boys berkat gaya balap agresif dan keberaniannya saat melakukan overtaking di lintasan Moto3.
Julukan Boeing 954 Jadi SorotanHonda Team Asia menyebut Veda Ega Pratama sebagai Boeing 954 setelah aksinya yang dianggap “terbang rendah” di Le Mans.
Julukan itu muncul karena pembalap asal Gunungkidul tersebut mampu melesat cepat dari posisi ke-14 menuju peringkat keempat hanya dalam beberapa lap balapan.
“Pesawat Boeing 954 Pratama memberikan kamu sedikit motivasi pada Senin ini. Dari posisi 14 ke 4, hal yang biasa Veda lakukan,” tulis Honda Team Asia dalam unggahan media sosial mereka.
Meski Boeing 954 bukan tipe pesawat resmi yang diproduksi Boeing, angka 954 diyakini merujuk pada kecepatan maksimum Boeing 787 Dreamliner yang mencapai 954 kilometer per jam.
Sebutan itu menjadi simbol kecepatan Veda saat menyalip lawan-lawannya di Sirkuit Le Mans. Manuver pembalap Honda Team Asia tersebut dianggap begitu cepat hingga menyerupai pesawat jet yang sedang lepas landas.
Comeback Dramatis di Le MansPada balapan utama Moto3 GP Prancis 2026, Veda Ega Pratama sebenarnya memulai race dari posisi keenam.
Namun, persaingan ketat di tikungan awal membuatnya tercecer cukup jauh hingga turun ke posisi ke-14.
Situasi sulit tersebut tidak membuat Veda kehilangan fokus. Pembalap muda Indonesia itu perlahan meningkatkan ritme balap dan mulai memangkas jarak dengan rombongan depan.
Lap demi lap dilalui dengan agresif namun tetap terkontrol. Veda sukses melakukan banyak overtaking penting hingga akhirnya finis di posisi keempat, sangat dekat dengan podium.
Penampilan itu langsung menuai pujian karena Veda mampu menjaga kecepatan secara konsisten tanpa kehilangan stabilitas motor di tengah ketatnya persaingan Moto3.
Aksinya juga memperlihatkan mental bertarung yang semakin matang meski harus bangkit dari posisi papan tengah.
Moto3 sendiri dikenal sebagai kelas balap yang sangat kompetitif dengan selisih waktu antarpembalap yang sangat tipis. Karena itu, kemampuan naik hingga 10 posisi dalam satu balapan menjadi pencapaian luar biasa.
Honda Team Asia Semakin PercayaPenampilan impresif di Le Mans membuat Honda Team Asia semakin percaya terhadap potensi besar Veda Ega Pratama.
Julukan Boeing 954 bukan sekadar candaan media sosial, tetapi juga menjadi simbol bagaimana tim melihat keberanian dan kecepatan pembalap Indonesia tersebut saat bertarung di lintasan.
Sejak naik ke level Grand Prix bersama Honda Team Asia, Veda memang beberapa kali menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan.
Kemampuan overtaking, keberanian duel wheel to wheel, dan konsistensi race pace menjadi kekuatan utama rider muda Indonesia itu.
Tak heran, penggemar balap Tanah Air ramai memberikan pujian di media sosial setelah aksi heroiknya pada GP Prancis 2026.
Banyak yang mulai menilai Veda Ega Pratama memiliki kapasitas untuk berkembang menjadi salah satu pembalap elite Asia di ajang Grand Prix dunia.
Peluang Bersinar di Moto3 2026Finis keempat di Le Mans menjadi modal besar bagi kepercayaan diri Veda Ega Pratama menghadapi seri-seri berikutnya Moto3 2026.
Meski gagal meraih podium, performanya dianggap sebagai salah satu yang paling menonjol sepanjang balapan Moto3 GP Prancis musim ini.
Kemampuan bangkit setelah tercecer juga menunjukkan kualitas mental yang semakin matang meski usianya masih sangat muda.
Moto3 selama ini dikenal sebagai gerbang penting menuju Moto2 hingga MotoGP. Karena itu, konsistensi performa di kelas ini dapat membuka peluang besar bagi karier Veda Ega Pratama di masa depan.
Honda Team Asia sendiri merupakan tim yang cukup sering melahirkan pembalap muda Asia berbakat untuk berkembang di level dunia.
Jika terus tampil konsisten dan kompetitif, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama bakal menjadi salah satu representasi terbaik Indonesia di ajang Grand Prix internasional dalam beberapa tahun mendatang.
Kini, julukan Boeing 954 resmi melekat pada Veda Ega Pratama. Setelah Rocket Boys, pembalap muda Indonesia itu kembali memiliki identitas unik yang lahir langsung dari aksi gilanya di lintasan Le Mans.




