Perusahaan infrastruktur swasta PT Nusantara Infrastructure Tbk mengolah 951 kg sampah plastik menjadi 17.298 lembar material daur ulang bernilai ekonomi tinggi. Capaian ini dikantongi perusahaan dalam satu tahun program ‘Komunitas Berdaya Nusantara’ di Makassar, Sulawesi Selatan.
Lembaran material daur ulang tersebut telah diubah menjadi 8.649 produk fesyen seperti tas, dompet, dan aksesoris lainnya, yang dijahit oleh para perempuan di pesisir Untia, Makassar. Perusahaan turut menggandeng Rappo Indonesia, salah satu social enterprise di kota tersebut.
Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk Ramdani Basri mengatakan, program ini tak sekadar mengolah limbah plastik menjadi produk fesyen ramah lingkungan. Tapi, sekaligus mendorong keterlibatan aktif perempuan sebagai penggerak utama dalam kegiatan ekonomi berbasis komunitas.
Ramdani menegaskan, hal itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan dampak sosial yang inklusif di wilayah operasional. Pemberdayaan perempuan merupakan kunci dalam membangun komunitas yang mandiri dan berkelanjutan.
“Perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama dalam rantai ekonomi sirkular ini,” kata Ramdani, dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (12/5).
Dia menjelaskan, seluruh rantai prosesnya melibatkan masyarakat sekitar. Sampah rumah tangga dipilah, kemudian disetorkan ke Bank Sampah Kampung Bersih Nusantara di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.
Sampah-sampah plastik akan dibeli Rappo Indonesia, untuk dibersihkan dan diolah jadi lembar daur ulang. Bahan ini yang kemudian dijahit menjadi berbagai produk fesyen.
Dari sisi pemberdayaan, komunitas perempuan di Untia telah mendapat pelatihan pengembangan produk dan keterampilan menjahit lanjutan. Di samping untuk meningkatkan kapasitas produksi, hal ini dilakukan untuk membuka peluang penghasilan tambahan dan memperkuat perekonomian masyarakat.
“Meskipun masih dalam skala terbatas, program ini menunjukkan bahwa solusi pengelolaan limbah dapat dimulai dari tingkat komunitas,” ujar Ramdani.
Dia mengatakan, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas dampak ekonomi sirkular berkelanjutan ke depan.




