Sidoarjo (beritajatim.com) – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris almarhum Rokani, sopir ambulans Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPC PDI Perjuangan Sidoarjo. Penyerahan dilakukan di rumah duka, Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (13/5/2026).
Kedatangan Risma sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum dalam melayani masyarakat. Almarhum Rokani dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan, terutama dalam membantu warga Sidoarjo yang membutuhkan layanan transportasi medis darurat.
Kepergian almarhum pada Rabu (9/5/2026) meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan komunitas yang pernah dibantunya.
Dalam kesempatan tersebut, Risma menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga. Ia menekankan bahwa perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, termasuk relawan dan sopir ambulans, sangat krusial mengingat risiko kerja yang mereka hadapi di lapangan.
“Almarhum adalah pejuang kemanusiaan yang luar biasa. Santunan ini memang tidak bisa menggantikan sosok beliau, namun diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Ketua DPP PDIP Bidang Penanggulangan Bencana, Risma.
Bentuk Penghargaan atas Pengabdian
Penyerahan secara simbolis dilakukan Risma bersama perwakilan dari Kantor Kepala BPJS Sidoarjo dan Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan-Jaminan Sosial DPC PDIP Sidoarjo, Endang Kristyawati.
Penyerahan santunan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja sektor informal maupun relawan sosial.
Adapun nominal sebesar Rp118,5 juta akan diterimakan kepada ahli waris. Untuk santunan kematian sebesar Rp42 juta akan diberikan secara langsung. Sedangkan santunan pendidikan sebesar Rp76,5 juta diberikan secara bertahap sampai lulus sarjana.
Endang Kristyawati menambahkan, pihaknya akan mengawal proses pengurusan administrasi santunan sekaligus beasiswa untuk ahli waris dari almarhum.
“Almarhum sudah berjuang untuk masyarakat dalam pelayanan kedaruratan, maka kami (PDIP) akan melakukan pendampingan yang terbaik untuk keluarganya,” kata Endang.
Istri almarhum, Siti Mufilah, di tengah duka kepergian sang suami, tak bisa menyembunyikan keharuannya mendapatkan perhatian dari Tri Rismaharini dan rekan sejawat separtai almarhum. (isa/kun)




