KNKT Akui Masih Kesulitan Buka Data Digital Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengakui kesulitan membuka data digital untuk menginvestigasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat yang terjadi pada 27 April lalu.

“Kalau gampang bukanya ya cepat, tapi kadang-kadang kan digital itu juga susah,” kata Soerjanto saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Ketua Komisi V Heran KNKT Lambat Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi

Akibat kendala tersebut, KNKT belum dapat memastikan kapan investigasi rampung dan penyebab kecelakaan bisa diumumkan.

Menurut Soerjanto, KNKT hingga kini masih berada dalam tahap pengumpulan data di lapangan. Sejumlah aspek teknis juga masih diperiksa, mulai dari persinyalan, lintas perjalanan kereta, hingga komunikasi.

“Jadi kami masih dalam tahap pengumpulan data-data di lapangan dan masih ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintas, kemudian komunikasi seperti apa,” ungkap dia.

Soerjanto mengatakan, KNKT juga masih harus mewawancarai sejumlah pihak yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut. Namun, jumlah orang yang akan dimintai keterangan bergantung pada hasil evaluasi data digital yang sedang dibuka.

“Tergantung dari kan kita buka di kereta itu ada CCTV, ada yang pakai data semacam blackbox-nya dan nanti tergantung dari hasil evaluasi dari data-data tersebut apakah kita perlu minta konfirmasi atau keterangan lebih lanjut dari orang-orang yang berkaitan dengan masalah tersebut,” kata Soerjanto.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Maintenance pada Taksi Green SM di Tragedi Bekasi Timur

Tak hanya data dari kereta, KNKT juga tengah mengunduh data digital dari taksi yang terlibat dalam rangkaian peristiwa kecelakaan tersebut.

Menurut Soerjanto, data dari kendaraan itu akan digunakan untuk mengklarifikasi kronologi kejadian bersama pengemudi dan pihak lain yang berada di lokasi saat kejadian.

“Sebagian data sudah kami peroleh tapi kami juga perlu mengklarifikasi lagi dengan pengemudinya, nanti kalau data yang di mobil taksi itu kan ada blackbox-nya juga. Ini lagi kita unduh nanti setelah kita evaluasi dan nanti kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitarnya apa yang terjadi di taksi green taksi tadi,” tutur Soerjanto.

Meski investigasi belum selesai, Soerjanto memastikan seluruh pihak sejauh ini kooperatif dalam memberikan keterangan kepada KNKT.

“Kooperatif, enggak ada halangan kalau kita minta keterangan,” tegas Soerjanto.

KNKT belum targetkan selesainya investigasi

Saat ditanya tenggat waktu penyelesaian investigasi, Soerjanto menegaskan KNKT belum dapat menentukan target karena masih ada sejumlah data yang belum berhasil dibuka.

“Kami belum bisa tentukan karena masih ada data-data yang belum bisa kita buka,” ujar dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Soerjanto juga menekankan bahwa KNKT tidak berfokus mencari pihak yang harus disalahkan dalam kecelakaan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Dikejar DC, Mobil LCGC Terabas Masuk Parkiran Rest Area Seger Alam Puncak
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Operasi keamanan di Papua 2026
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Operasional Kebun Cot Girek Lumpuh, Kerugian Capai Rp44 Miliar
• 1 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: Prabowo Saksikan Penyerahan Gunungan Uang dari Satgas PKH
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Gelar Women Network 2026, Astra Buka Lebar Peluang Peningkatan Peran Perempuan di Perusahaan
• 51 menit laluviva.co.id
Berhasil disimpan.