Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut upaya stabilisasi pasar SBN oleh Kementerian Keuangan secara tidak langsung bakal dilakukan dalam beberapa bulan ke depan
Untuk diketahui, Purbaya sebelumnya sempat melontarkan wacana aktivasi bond stabilization fund (BSF) alias mekanisme yang disiapkan otoritas fiskal dalam masa krisis untuk menstabilkan pasar SBN maupun kurs. Namun, belakangan dia memastikan BSF belum diterapkan karena kondisi belum sampai krisis
Purbaya mengatakan saat ini pihaknya sudah mulai melakukan upaya menstabilkan pasar obligasi (bond). Sayangnya, dia tidak memerinci lebih lanjut upaya konkret yang dilakukan kementeriannya
"Kami enggak masuk ke pasar bond [obligasi] langsung. Tetapi kami hanya jaga stabilitas bond market. Asing juga masuk ke sini kayaknya, dan sudah mulai stabil lagi," terangnya kepada wartawan usai menghadiri acara di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Purbaya menjanjikan bakal memonitor langsung kondisi pasar obligasi. Dia hanya menyebut telah menugaskan dua unit di bawah Kemenkeu yakni Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) untuk melaksanakan instruksinya.
Efektivitas 'intervensi' dari Kemenkeu untuk menstabilkan pasar SBN ini juga akan terus dipantau seiring dengan pelaksanaannya dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga
- Purbaya Sebut Warga RI Tak Perlu Panik, Depresiasi Rupiah Tak Akan Seperti Krisis 1998
- Rupiah Melemah, Harga Hewan Kurban Minim Terdampak Kurs
- Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.474 saat Dolar AS Tancap Gas
Saat ditanya apakah strategi pemerintah adalah pembelian kembali SBN yang dipegang investor, alias buyback, Purbaya justru hanya berkelakar.
"Pakai doa lah. Ada langkah-langkah, saya sedang perintahkan mereka untuk masuk, untuk mengeluarkan tindakan. Nanti saya lihat hasilnya seperti apa. Ini akan kontinyu ke depan, dan beberapa bulan ke depan kami akan jalan terus seperti ini," tuturnya.
Terkait dengan upaya tersebut, Bank Indonesia (BI) hanya memastikan bahwa otoritas moneter dan fiskal selalu berkoordinasi dalam wadah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Koordinasi tidak terkecuali terkait dengan stabilisasi nilai tukar rupiah.
"Detailnya tentu nanti ditanyakan [ke Kementerian Keuangan]. Tetapi, dengan wadah KSSK, tentunya sinergi untuk terus memperkuat kondisi ekonomi Indonesia, termasuk untuk membuat rupiah itu stabil dan menguat, itu sudah dibicarakan," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, kepada wartawan di kompleks parlemen BI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).





