Trump Tiba di Beijing untuk Bertemu Xi Jinping

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Beijing, China, Rabu (13/5) malam, untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden China Xi Jinping di tengah ketegangan antara dua negara adidaya tersebut.

AFP melaporkan, pesawat kepresidenan Air Force One mendarat di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing setelah penerbangan panjang dari Washington. Kunjungan ini menjadi lawatan pertama presiden AS ke China dalam hampir satu dekade.

Kunjungan terakhir adalah Joe Biden pada November 2017.

Pertemuan Trump dan Xi dipandang penting karena akan membahas sejumlah isu sensitif, mulai dari perdagangan, Taiwan, hingga perang Iran.

Reuters melaporkan, Trump disambut dengan upacara meriah berupa karpet merah, pasukan kehormatan militer, dan puluhan pelajar China yang mengibarkan bendera AS dan China di bandara Beijing.

Saat turun dari pesawat, Trump sempat mengepalkan tangan dan tersenyum ke arah para pelajar.

"Selamat datang," teriak anak-anak itu dalam bahasa Mandarin.

Dalam kunjungan tersebut, Trump turut membawa sejumlah bos perusahaan teknologi dan bisnis besar AS, termasuk CEO NVIDIA Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.

Huang diminta langsung oleh Trump untuk ikut dalam perjalanan tersebut pada menit-menit terakhir sebelum keberangkatan.

Trump mengatakan dirinya akan meminta Xi Jinping membuka akses lebih luas bagi perusahaan-perusahaan AS di China.

"Saya akan meminta Presiden Xi, pemimpin dengan reputasi luar biasa, untuk 'membuka' China agar orang-orang brilian ini bisa menunjukkan kemampuan mereka," tulis Trump di media sosial Truth Social.

"Saya akan menjadikan itu permintaan pertama saya," lanjutnya.

Selain isu perdagangan dan investasi, Trump dan Xi juga diperkirakan membahas perang Iran, ekspor teknologi, hingga penjualan senjata AS ke Taiwan yang selama ini ditentang Beijing.

Sementara itu, China kembali menegaskan penolakannya terhadap penjualan senjata AS ke Taiwan, termasuk paket bantuan militer senilai USD 14 miliar yang masih menunggu persetujuan Trump.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tersisa Bara dan Gas Beracun Usai Gudang di Jakbar Terbakar Belasan Jam
• 15 jam laludetik.com
thumb
Adela, Anggota Baru DPR, Anak Adies Kadir, Banyak Hartanya
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Butuh 5 Tahun! BI-Polri Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Palsu
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
LHKPN 2025, Seskab Teddy Punya Harta Rp 20 M
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Fabregas Bawa Como 1907 ke Panggung Eropa, Cassano Desak Pelatih Top Ini Tinggalkan Serie A
• 15 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.