Jakarta: Mobil tiba-tiba mogok kerap terjadi di perlintasan kereta. Peristiwa tersebut dianggap terjadi karena paparan gelombang elektromagnetik (EM) dari kereta api.
Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN, Eka Rakhman Priandana, menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian, medan magnet di sekitar rel saat kereta melintas berada pada kisaran rata-rata 47,73 µT. Nilai terendah 22,6 µT dan tertinggi 82,06 µT.
Baca Juga :
RCP BRIN, Panel Berbasis Karet Opsi Cegah Kecelakaan di Perlintasan KeretaIa menjelaskan, gangguan pada sistem Electronic Control Unit (ECU) kendaraan baru berpotensi terjadi apabila medan magnet mencapai lebih dari 2.000 µT. Angka tersebut jauh di atas kondisi normal di sekitar rel kereta api.
"Selama sistem kendaraan lolos uji imunitas radiasi medan listrik ISO 11451 dan uji imunitas emisi medan magnet ISO 11452, kendaraan tidak akan mati dengan emisi medan sebesar itu," jelasnya. Peran penting kelistrikan Eka mengungkapkan, bahwa aspek kelistrikan memegang peran penting dalam mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Menurutnya, sistem kelistrikan menyokong sistem persinyalan kereta yang dapat bekerja optimal dan tidak terganggu dari kekurangan arus listrik melalui penggunaan Uninterruptible Power Supply (UPS).
Selain itu, sistem palang pintu dan sirine juga harus dipastikan tetap berfungsi meskipun terjadi gangguan kelistrikan. Pada sistem Kereta Rel Listrik (KRL), ia menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap ketinggian dan ketegangan kabel listrik aliran atas (Overhead Electrification) menjadi faktor penting untuk menjamin keselamatan operasional.
"Di sisi lain, resistansi grounding rel juga harus dijaga di bawah 1 Ohm agar emisi medan magnet dan medan listrik masih dalam batas aman," tambahnya.
Untuk memperkuat keselamatan perlintasan, Eka mendorong penguatan sistem persinyalan kereta berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), penambahan sensor seperti axle counter atau LIDAR untuk memperkuat sistem pengaman di perlintasan sebidang, penutupan akses perlintasan tanpa pengamanan, serta penyediaan jalur alternatif yang lebih aman.
Ilustrasi Pexels
Modernisasi atau otomatisasi penuh sistem pengaman perlintasan sebidang adalah suatu keharusan untuk mengurangi insiden."Ke depan, inovasi teknologi kelistrikan yang paling dibutuhkan adalah sistem persinyalan dan pengamanan perlintasan berbasis AI yang mampu bekerja otomatis," tegasnya.




