Gus Yahya Persilakan Menag Calonkan Diri Jadi Ketum PBNU: Ada Larangan Rangkap Jabatan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf merespons santai munculnya nama Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar, sebagai salah satu figur yang dinilai berpotensi maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU mendatang.

Menurut Gus Yahya, Nahdlatul Ulama (NU) terbuka bagi seluruh kader NU yang ingin maju sebagai calon ketua umum.”Monggo, namanya NU itu siapapun orang NU boleh (mencalonkan, red)," ujar Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (13/5/2026) saat ditanya Republika terkait pernyataan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang menyebut Menag berpotensi maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.

Baca Juga
  • 'No Pork No Lard' Dinilai belum Pasti Jamin Kehalalan Produk
  • Seperti Apa Rupa Fisik Nabi Muhammad SAW?
  • Sukses dengan Dana Zakat, Program Jantara Siap Suplai Kurban Dompet Dhuafa

Gus Yahya juga menegaskan, secara aturan tidak ada kewajiban bagi pejabat publik untuk mundur terlebih dahulu apabila ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Namun, ia mengingatkan adanya aturan larangan rangkap jabatan.”Ya yang jelas tidak (tidak harus mundur, red), yang jelas ada larangan rangkap jabatan dalam soal itu ya," ucapnya.

Ia menambahkan, setiap kandidat nantinya harus mampu meyakinkan para pemilih bahwa dirinya layak memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut."Nah tentu saja untuk bisa meyakinkan bahwa seorang calon itu layak untuk dipilih tentu dia harus memperlihatkan kelayakannya dan memperlihatkan bahwa tidak ada hambatan apapun untuk perjalanannya. Saya kira begitu,"kata Gus Yahya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sebelumnya, Gus Ipul menyebut nama Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur yang memiliki peluang menjadi Ketua Umum PBNU pada muktamar mendatang."Kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya, Kiai Said kalau enggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam,"kata Gus Ipul kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan di Perayaan Harmoni Imlek Nusantara, di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (28/2/2026). - (Republika/Frederik Dominggus Bata)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MPR Akui Ada Kekhilafan di Lomba Cerdas Cermat, Tahap Final akan Diulang
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Akui Ada Kekosongan Setelah Ditinggal Manajer Tim, Pelatih PSIM: Kami Harus Mengisi Celah Itu
• 16 jam lalubola.com
thumb
Komisi V Heran Investigasi KAI vs KRL Belum Rampung, KNKT: Masih Kumpulkan Data
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis Drakor Dive Into You, Drama Romantis Fantasi yang Dibintangi Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham
• 7 jam lalugrid.id
thumb
MSCI Keluarkan Enam Saham Indonesia dari Global Standard Index
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.