Tambang Emas Pani Merdeka Copper (MDKA) Pakai Listrik Bersih dari PLTA

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: (Dok. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggunakan pasokan listrik bersih dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru untuk operasional Tambang Emas Pani, Gorontalo.

Dengan skema pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero), perusahaan bisa memperluas penggunaan energi terbarukan di unit operasional.


Baca: Kadin China Protes Soal Royalti-Harga Nikel RI, Ini Tanggapan Bahlil

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro menjelaskan transisi energi dan pengelolaan lingkungan menjadi kunci dalam pengembangan operasional perusahaan.

Dia menekankan komitmen tersebut merupakan upaya perusahaan untuk mendorong penerapan operasional tambang yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan bagi industri pertambangan nasional.

"Seiring pengembangan proyek-proyek strategis Merdeka, kami terus mendorong penerapan operasional pertambangan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung praktik pertambangan yang bertanggung jawab," ujar Albert dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (13/5/2026).

Implementasi listrik bersih di Tambang Emas yang dikelola oleh anak usaha MDKA yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) itu efektif diberlakukan sejak 1 Januari 2026 lalu.

Penggunaan energi dari PLTA ini mengikuti jejak Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi yang sebelumnya telah mengadopsi skema serupa melalui pembelian sertifikat energi terbarukan sejak tahun 2022.

Selain penggunaan REC, grup Merdeka juga mengintegrasikan sistem panel surya di Tambang Tembaga Wetar serta Tambang Nikel SCM di Sulawesi sebagai sumber energi pendukung operasional.

Perusahaan juga telah mewajibkan seluruh entitas anak usaha untuk menggunakan bahan bakar B40 di area tambang guna mendukung target dekarbonisasi.

Pada sektor efisiensi bahan bakar, optimalisasi penggunaan energi di Tambang Nikel SCM tercatat telah menghasilkan penghematan sebanyak 563.293 liter B40 sepanjang tahun 2025. Langkah itu sejalan dengan ambisi perusahaan untuk mengoperasikan tambang nikel dan smelter yang terintegrasi untuk memasok bahan baku kendaraan listrik global.

Baca: Aliran Dana Asing Kabur Rp 1,1 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Di sisi pengelolaan lingkungan, MDKA telah melakukan reklamasi lahan seluas 49,60 hektare di area tambang sepanjang tahun 2025 sehingga total akumulasi reklamasi mencapai 143,56 hektare. Perusahaan juga menjalankan program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) yang mencakup area seluas 6.084 hektare di luar wilayah pertambangan.

Atas berbagai inisiatif tersebut, Merdeka Copper Gold berhasil mempertahankan peringkat 'A' dalam MSCI ESG Ratings selama tiga tahun berturut-turut. Capaian ini menjadikan perseroan sebagai satu-satunya perusahaan di sektor diversified metals and mining di Indonesia yang memperoleh peringkat tersebut secara konsisten.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: KLH Tak Asal Beri Penilaian PROPER ke Perusahaan, Ada Kriteria!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Iduladha, Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban di Jakarta Masih Terkendali
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Profil Dul Jaelani, Putra Bungsu Maia Estianty yang Dikabarkan Nikah Tahun 2027, Ahmad Dhani Janji Siapkan Pesta Mewah
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Umumkan Cerai Lalu Rujuk, Pinkan Mambo dan Arya Khan Tak Terima Disebut Settingan
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Belajar dari Covid-19, Pengawasan Bandara Diperketat demi Cegah Penyebaran Hantavirus
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Samsung Terancam Aksi Mogok Massal usai Gagal Sepakat Soal Bonus Karyawan
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.