Waspada Hantavirus HPS, Kemenkes Awasi Ketat Pelaku Perjalanan dari Argentina

rctiplus.com
9 jam lalu
Cover Berita
Waspada Hantavirus HPS, Kemenkes Awasi Ketat Pelaku Perjalanan dari ArgentinaNasional | okezone | Kamis, 14 Mei 2026 - 04:10Dengarkan Berita

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat pengawasan terhadap setiap pelaku perjalanan internasional, khususnya penumpang yang berasal dari kawasan Amerika Selatan seperti Argentina dan negara-negara lainnya yang berkaitan dengan temuan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan, langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya kasus HPS dalam klaster kapal pesiar MV Hondius.

"Itu terutama dari negara-negara Amerika Selatan seperti Argentina dan lain sebagainya," kata Andi dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Andi menjelaskan, kewaspadaan tinggi dipicu oleh masa inkubasi virus HPS yang dapat berlangsung hingga 46 hari. “Masa inkubasi penyakit tersebut untuk varian Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) kurang lebih 46 hari,” ujarnya.

Baca Juga:Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 14 April 2026, Cek Lokasi dan Persyaratannya

Dengan masa inkubasi yang panjang, pemerintah memastikan pemantauan terhadap penumpang dari wilayah berisiko akan dilakukan secara intensif dalam beberapa pekan ke depan. Namun, Kemenkes menegaskan belum ada kebijakan karantina massal seperti saat pandemi COVID-19.

“Kita akan betul-betul memperhatikan dan mencermati perkembangannya. Semoga kejadian ini tidak menjadi pandemi karena berbeda dengan COVID-19,” tuturnya.

Andi berharap penyebaran virus tetap terbatas pada klaster kapal pesiar dan tidak berkembang menjadi wabah global. Kemenkes juga memastikan pengawasan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan situasi internasional.

“Kami berharap tidak ada pandemi dan kasus ini cukup berada di klaster kapal tersebut saja. Jika seluruh masa pemantauan telah terlewati dan penumpang sudah diperiksa, maka intensitas pengawasan bisa diturunkan,” pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dihujat Kasus Lomba Cerdas Cermat, MC Shindy: Yang Paling Menyakitkan Justru Teman Seprofesi
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
BNPB: Empat rakit dioperasikan percepat penanganan banjir Konawe Utara
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Alat Kecil yang Bisa Mengancam Nyawa di Jalan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Candaan Dumfries dan Kebanggaan Lautaro Martinez: Suasana Ruang Ganti Inter Milan Usai Juara Coppa Italia
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Pemko Lhokseumawe tekan angka pernikahan dengan KIE Kespro
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.