OJK Sebut Perubahan Indeks MSCI Terjadi di Banyak Negara Asia, Bukan Hanya Indonesia

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan perubahan komposisi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak hanya dialami saham Indonesia, melainkan juga terjadi di sejumlah negara Asia dalam peninjauan berkala MSCI Mei 2026.

Friderica mengatakan Jepang mencatat 14 emiten keluar dari MSCI Global Standard Index, Taiwan tujuh emiten, Malaysia enam emiten, dan Korea Selatan tiga emiten.

China juga menambahkan 22 emiten baru ke dalam indeks, namun pada saat yang sama terdapat 24 emiten yang keluar dari MSCI Global Standard Index.

“Fenomena ini mencerminkan adanya penyesuaian global portfolio allocation dan dinamika pasar yang luas di kawasan Asia,” ungkap Friderica.

Ia menegaskan perubahan komposisi indeks MSCI bukan semata-mata isu spesifik Indonesia.

Peninjauan MSCI Dilakukan Secara Berkala

Menurut OJK, perubahan komposisi indeks MSCI merupakan bagian dari mekanisme peninjauan berkala yang dilakukan berdasarkan sejumlah parameter objektif.

Parameter tersebut meliputi kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, serta dinamika harga saham.

Friderica menyebut fenomena perubahan indeks kali ini terjadi hampir di seluruh pasar Asia Pasifik.

Meski demikian, OJK memandang kondisi tersebut sebagai pengingat penting untuk terus memperkuat pasar modal Indonesia.

OJK bersama para pemangku kepentingan akan terus mendorong penguatan market integrity, peningkatan free float, peningkatan likuiditas pasar, perluasan basis investor, serta penguatan governance emiten.

“Langkah tersebut dilakukan agar daya saing pasar modal Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

OJK Pastikan Fundamental Sektor Keuangan Tetap Stabil

Friderica memastikan fundamental sektor jasa keuangan Indonesia tetap resilien dan stabil di tengah volatilitas pasar global.

Menurutnya, volatilitas jangka pendek maupun perubahan indeks global tidak mengubah komitmen OJK untuk membangun pasar yang sehat, transparan, dan kredibel.

OJK juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Bursa Efek Indonesia, Self Regulatory Organization, dan pelaku pasar modal.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk membuat pasar modal Indonesia semakin attractive, liquid, dan investable.

Sebelumnya, MSCI mengumumkan hasil MSCI May 2026 Index Review untuk pasar Indonesia dengan mengeluarkan enam saham dari MSCI Global Standard Index.

Enam saham tersebut yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Barito Renewables Energy Tbk, PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Pada MSCI Global Small Cap Index, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dimasukkan ke dalam indeks small cap.

MSCI juga menghapus sejumlah saham dari MSCI Global Small Cap Index, antara lain PT Aneka Tambang Tbk, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Bank Aladin Syariah Tbk, PT Bumi Serpong Damai Tbk, PT Dharma Satya Nusantara Tbk, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Midi Utama Indonesia Tbk, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, PT MNC Digital Entertainment Tbk, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Pacific Strategic Financial Tbk, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, dan PT Triputra Agro Persada Tbk.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Long Weekend, hingga Kamis Siang 23.400 Kendaraan Melintas Tol Japek
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Bawa Elon Musk hingga CEO Nvidia dalam Kunjungannya ke China
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Sita 1.156 Narkotika Happy Water dari Empat Lokasi di Jakut
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Libur Panjang, Penumpang KA di Stasiun Semarang Tawang Naik 48 Persen
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menkop Sebut Inovasi Digital KSP Nasari Dapat Diadopsi KDKMP, Aplikasi Mobile Bisa Jadi Role Model
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.