JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Universitas Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan dan riset.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa MoU ini merupakan langkah penguatan kerja sama di wilayah akademik dan layanan sosial antara PBNU dan UI.
"Nantinya akan meng-cover wilayah kerja sama luas, mulai akademis sampai dengan kerja sama berbagai macam layanan masyarakat yang menjadi domain NU selama ini," ujar Gus Yahya, di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: PBNU Gelar Pleno 21 Mei, Bahas Lokasi Munas-Konbes dan Muktamar NU
Gus Yahya menyampaikan bahwa kerja sama ini juga mencakup pengembangan kerangka transformasi NU, utamanya dalam sistem layanan sosial dan korporasi untuk ekonomi.
"Dua hal ini lapangan sangat terbuka. NU akan sangat mendapatkan benefit manfaat besar sekali dengan kesediaan UI mendukung agenda NU," kata dia.
Gus Yahya berharap kerja sama PBNU dan UI ini dapat membuahkan kemaslahatan bagi kedua lembaga, masyarakat, dan negara.
"Mudah-mudahan kerja sama kedua belah pihak ini sungguh-sungguh membuahkan manfaat besar maslahat bukan hanya kedua belah pihak tapi masyarakat bangsa dan negara dan dilimpahi berkah Allah," kata dia.
Baca juga: Blak-blakan Perebutan Tambang di PBNU, Gus Ipul: Bukan Aset Pribadi Tapi Milik Jamiyah
Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah menyampaikan bahwa kerja sama ini sebagai langkah naik kelas bersama antara UI dan kampus-kampus di bawah PBNU.
Kerja sama bisa dilakukan dengan gelar dobel (double degree) antara kampus NU dan UI guna meningkatkan standar pendidikan bermutu diakui nasional dan internasional.
Skema lain yang bisa dilakukan adalah program rekrutmen SMA kelas 3 dengan pemilihan 100 santri dan siswa terpilih untuk studi di 10 program studi yang dijadikan prioritas.
"Saat ini UI memiliki 38 prodi standar internasional. Bisa mulai 10 prodi," ujar dia.
Langkah awal setelah ini adalah pemetaan program studi dan kurikulumnya di kampus NU untuk disamakan dengan UI.
"Setelah mapping kurikulum selesai bisa buat program studi UNU UI double degree program dengan beasiswa pengaruhnya," kata Heri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




