Usai Bongkar 50 Lapak Liar, Dedi Mulyadi Pastikan PKL di Jalan Eyckman Bandung Dapat Uang Kompensasi: Cukup Buat Makan

grid.id
12 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bongkar 50 lapak liar di depan Kampus Poltekkes Kemenkes Bandung, Jalan Prof Eyckman, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Insiden ini terjadi pada Selasa (12/5/2026).

Dedi menyebut penertiban itu dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar dan taman di kawasan tersebut. Pasalnya, selama ini trotoar dan taman yang telah dibangun itu tak difungsikan sebagaimana mestinya.

"Jadi, kami mengembalikan fungsi-fungsi seluruh area sesuai fungsinya, trotoar sesuai fungsi, taman sesuai fungsinya yang hampir 35 tahun dibangun, tetapi tak difungsikan," kata Dedi dilansir dari Kompas.com pada Rabu (13/05/2026).

Selain itu, keberadaan bangunan liar itu juga dikeluhkan oleh pihak Kampus Poltekkes Kemenkes Bandung karena akses keluar masuk kampus jadi terganggu.

"Ini keluhan dari Poltekkes mereka tertutup, bahkan kalau mau keluar mereka enggak bisa keburu digembok oleh yang jualan," ujar Dedi.

Usai bongkar 50 lapak liar tersebut, Dedi Mulyadi pastikan PKL di jalan Eyckman Bandung dapat kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dedi berharap uang itu bisa digunakan para pedagang untuk kebutuhan hidup sementara selama satu bulan.

"Yang jelas mereka selama sebulan cukup buat makan di rumah,” ujar Dedi Mulyadi dilansir dari TribunJabar.ID pada Rabu (13/05/2026).

Dedi mengaku akan berkoordinasi dengan Pemkot Bandung untuk mencari tempat relokasi bagi pedagang yang kiosnya dibongkar.

“Kita cari dengan Pemkot ya. Kalau persoalan penempatan kan kewenangan Pemkot, ini asetnya Pemkot."

"Setelah ini kita carikan solusi, yang penting mereka pulang ke rumah, buat bekel sebulan cukup dulu,” katanya.

 Lebih lanjut, Dedi menyebut akan terus melakukan penataan kawasan agar wajah Kota Bandung sebagai Ibu Kota Jawa Barat terlihat lebih rapi, bersih dan indah. Meski begitu, ia juga tak ingin keputusannya itu mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

“Nanti setelah itu kita diskusi apa yang harus dilakukan ke depan, bagaimana caranya ibu kota Provinsi Jawa Barat ini kelihatan bersih, rapih, dan indah, dan ekonomi masyarakat berjalan,” katanya.

Pengakuan Pedagang

Salah satu pedagang yang kiosnya dibongakr petugas, Jumai (50), mengaku hanya bisa pasrah saat kiosnya dibongkar petugas. Ia menyebut pembongkaran itu terjadi secara mendadak tanpa adanya pemberitahuan.

“Ini mendadak banget, tidak ada informasi langsung sama Pak Dedi (Gubernur Jabar)" ujar Jumai.

Salah satu pedagang lain bernama Parto juga mengalami hal serupa. Ia hanya bisa pasrah saat melihat tempat usaha baksonya dihancurkan ekskavator.

Parto mengaku sudah lebih dari dua dekade berjualan bakso di lokasi tersebut. Ia hafal betul bagaimana kawasan Eyckman berubah dari jalan yang tak terlalu ramai menjadi salah satu titik kuliner yang hidup di Kota Bandung.

“Saya sudah 20 tahun dini, dulu sempat dipindah sama Wali Kota Ridwan Kamil ke sini (tempat sekarang berjualan),” ujar Parto.

Para pedagang mengaku belum mendapat kepastian nasib mereka. Sebagian mengaku ada yang menerima uang kompensasi sekitar Rp2 juta.

Namun hingga kini, belum ada kepastian soal relokasi. Hanya saja Dedi Mulyadi pastikan PKL di Jalan Eyckman Bandung dapat kompensasi.

“Tadi ditanya modal jualan bakso berapa, saya jawab Rp 2juta langsung dikasih (Rp 2juta)" kata Parto. (*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca Hari Ini: Sirkulasi Siklonik Picu Potensi Hujan Lebat di Indonesia
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 14 Mei 2026 Stabil, Tetap di Harga Rp2.839.000 per Gram
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen Haru saat Nadiem Peluk dan Rangkul Ojol Usai Dituntut 18 Penjara
• 20 jam laludetik.com
thumb
Bisikan Ahli Zodiak Atur Jadwal Presiden AS
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kejari Medan Tangkap DPO Korupsi KUR Rugikan Negara hingga Rp6,28 Miliar
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.