RESMI! Mantan Anak Asuh Bernardo Tavares di PSM, Ramadhan Sananta Dipastikan Merapat ke Persebaya Surabaya

harianfajar
16 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SURABAYA — Bursa transfer Super League 2026/2027 mulai memanas bahkan sebelum musim benar-benar berakhir. Dan satu rumor yang kini paling menyita perhatian publik sepak bola nasional datang dari Persebaya Surabaya.

Green Force dikabarkan semakin dekat mendapatkan tanda tangan striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta.

Rumor itu kini tidak lagi dianggap sekadar spekulasi liar media sosial. Nama Sananta disebut benar-benar masuk dalam radar serius manajemen Persebaya yang sedang membangun ulang kekuatan tim untuk musim depan.

Situasi ini sekaligus membuka peluang reuni emosional dengan Bernardo Tavares, sosok yang pernah membawa Sananta mencapai titik tertinggi dalam kariernya bersama PSM Makassar.

Kabar ketertarikan Persebaya terhadap Sananta kembali mencuat setelah akun pemerhati transfer sepak bola nasional @fabrizioasia_ menyebut Green Force sedang memantau serius peluang merekrut striker milik DPMM FC tersebut.

Spekulasi itu langsung memancing antusiasme besar dari Bonek.

Bukan tanpa alasan.

Persebaya memang sedang membutuhkan sosok penyerang lokal yang mampu menghadirkan agresivitas, ketajaman, dan karakter pekerja keras di lini depan. Musim ini, produktivitas gol Green Force beberapa kali menjadi sorotan karena dinilai belum cukup stabil untuk bersaing dalam perebutan gelar.

Dan di tengah kebutuhan itu, nama Ramadhan Sananta muncul sebagai profil yang dianggap paling ideal.

Situasi kontrak sang pemain juga membuat peluang transfer semakin terbuka.

Sananta diketahui hanya menandatangani kontrak berdurasi satu musim saat bergabung dengan DPMM FC pada awal musim 2025/2026 setelah meninggalkan Persis Solo dengan status bebas transfer.

Kini, kontraknya dikabarkan tidak diperpanjang.

Artinya, Persebaya memiliki kesempatan besar merekrut striker Timnas Indonesia itu tanpa biaya transfer.

Secara statistik, performa Sananta bersama DPMM memang belum terlalu eksplosif. Dalam 27 pertandingan musim ini, striker berusia 23 tahun itu mencatatkan empat gol dan dua assist.

Namun angka itu dianggap tidak sepenuhnya mencerminkan kualitasnya.

Sebab publik sepak bola Indonesia sudah melihat bagaimana berbahayanya Sananta ketika berada dalam sistem permainan yang tepat — dan sistem itu pernah diberikan oleh Bernardo Tavares.

Di bawah tangan dingin pelatih asal Portugal tersebut pada musim 2022/2023, Sananta menjelma menjadi salah satu striker lokal paling mematikan di Indonesia.

Saat itu bersama PSM Makassar, ia tampil tajam dengan torehan 11 gol dan dua assist, sekaligus membantu Pasukan Ramang keluar sebagai juara Super League.

Bahkan banyak pengamat menilai musim tersebut menjadi fase paling penting dalam perkembangan karier Sananta.

Tavares bukan hanya memberi menit bermain, tetapi juga membentuk mentalitas agresif dan keberanian duel sang striker.

Karena itu, hubungan emosional keduanya diyakini masih sangat kuat hingga sekarang.

Dan faktor itulah yang kini disebut menjadi “magnet utama” dalam potensi kepindahan Sananta ke Surabaya.

Selain memahami karakter sang pelatih, Sananta juga dianggap cocok dengan filosofi permainan agresif dan intens yang selalu dibangun Bernardo Tavares.

Bagi Persebaya sendiri, mendatangkan striker lokal berkualitas menjadi langkah penting dalam membangun komposisi skuad yang seimbang.

Di era Super League yang semakin kompetitif, klub tidak bisa hanya bergantung pada pemain asing. Kehadiran pemain lokal berlabel Timnas Indonesia kini menjadi aset yang sangat menentukan.

Sananta dinilai memenuhi hampir semua kebutuhan tersebut.

Ia kuat dalam duel fisik, aktif melakukan pressing, agresif menyerang ruang kosong, dan cukup tajam di area penalti.

Ditambah lagi, usianya masih 23 tahun — usia ideal untuk proyek jangka panjang.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persebaya maupun pihak Sananta terkait rumor transfer tersebut.

Namun intensitas rumor yang terus muncul dalam beberapa pekan terakhir membuat publik mulai percaya bahwa komunikasi serius memang sedang berlangsung.

Dan jika transfer itu benar-benar terjadi, maka Persebaya bukan hanya mendapatkan striker Timnas Indonesia.

Mereka juga sedang membangun kembali “formula juara” yang pernah sukses bersama PSM Makassar: Bernardo Tavares dan Ramadhan Sananta.

Kombinasi yang dulu membawa Pasukan Ramang ke puncak Super League kini berpotensi lahir kembali di Kota Pahlawan — kali ini dengan warna hijau khas Bajul Ijo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gejolak MSCI Tak Hanya di Indonesia, 24 Saham China Ikut Kena Tendang
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
IRT Tukang Pijat di Palangka Raya Dibacok Tetangga, Kedua Tangan Nyaris Putus
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump Sesumbar AS Mampu Akhiri Perang dengan Iran Tanpa Bantuan Tiongkok
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rusia Luncurkan Serangan Ratusan Drone ke Wilayah Ukraina
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arahan Prabowo, Kapolda Metro Jaya Kini Berpangkat Jenderal Bintang Tiga
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.