Cisco PHK 4.000 Pegawai Demi Kejar Cuan dari AI

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Demam kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tampaknya benar-benar mengubah peta industri teknologi dunia. Perusahaan teknologi tak lagi sekadar berlomba membuat produk baru, tetapi juga mengalihkan investasi besar-besaran ke infrastruktur AI demi mengejar lonjakan permintaan pasar.

Di tengah tren tersebut, Cisco mengumumkan langkah besar berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap hampir 4.000 pegawai. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan agar lebih fokus pada bisnis AI dan sektor pertumbuhan baru lainnya.

Baca Juga :
Sosok Jenius AI dari Dunia Game Ini Bikin Elon Musk dan Sam Altman Ketar Ketir
Raksasa Ritel Kembali Efisiensi, 1.000 Karyawan Terdampak

Pengumuman itu disampaikan Cisco pada Rabu, 14 Mei 2026 waktu setempat. Bersamaan dengan itu, perusahaan asal San Jose, California, Amerika Serikat tersebut juga menaikkan proyeksi pendapatan tahunan setelah permintaan dari perusahaan hyperscaler meningkat tajam.

CEO Cisco, Chuck Robbins, menilai perusahaan yang ingin bertahan di era AI harus berani memindahkan investasi ke sektor yang paling potensial. “Perusahaan yang akan menang di era AI adalah mereka yang memiliki fokus, bergerak cepat, dan disiplin dalam terus mengalihkan investasi ke area dengan permintaan dan potensi nilai jangka panjang paling besar,” kata Robbins, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis, 14 Mei 2026.

Cisco menyebut perusahaan kini memperbesar investasi pada teknologi silikon, optik, keamanan siber, hingga penggunaan AI di internal perusahaan. Sementara itu, beberapa posisi kerja di divisi tertentu mulai dikurangi.

PHK yang dilakukan Cisco diperkirakan mencakup kurang dari 5 persen total tenaga kerja perusahaan. Hingga Juli tahun lalu, Cisco memiliki sekitar 86.200 pegawai di seluruh dunia.

Restrukturisasi tersebut diperkirakan akan menelan biaya hingga US$1 miliar atau setara Rp17 triliun. Dari jumlah itu, sekitar US$450 juta atau sekitar Rp7,65 triliun akan dicatat pada kuartal keempat, sedangkan sisanya dibebankan pada tahun fiskal 2027.

Meski memangkas pegawai, bisnis AI Cisco justru sedang melesat. Perusahaan mengungkapkan telah menerima pesanan infrastruktur AI dari perusahaan hyperscaler senilai US$5,3 miliar atau sekitar Rp90,1 triliun sepanjang tahun fiskal berjalan.

Cisco bahkan menaikkan target total pesanan AI tahun penuh menjadi US$9 miliar atau sekitar Rp153 triliun, jauh lebih tinggi dibanding target sebelumnya sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp85 triliun.

Baca Juga :
Studi Tunjukkan 60 Persen Anak Muda di Bawah Usia 40 Tahun Lebih Memilih Swadiagnostik Saat Sakit
ChatGPT Tahu Banyak Rahasia Pengguna, Ini 4 Cara Mudah Mengamankan Akun Agar Tetap Privat
Ide Gila Elon Musk soal AI di Luar Angkasa Mulai Dianggap Masuk Akal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persib Bandung dan Borneo FC Bersaing Ketat di Puncak, Ini Rencana I.League untuk Penyerahan Piala
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar Lengkap Pemenang The 10th Huawei ICT Competition Asia Pacific
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Airlangga Ungkap Probabilitas Resesi RI di Bawah 5 Persen, Lebih Rendah dari AS dan Jepang
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Korban Tewas Kebakaran Sunter Agung Merupakan Ayah-Ibu, Anak dan Mantu: 2 ART Selamat
• 21 jam laludisway.id
thumb
Ulasan Kekuatan Oman, Lawan Uji Coba Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
• 2 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.