Jakarta, VIVA – Persaingan merek mobil asal China di Indonesia semakin panas sepanjang April 2026. Sejumlah pabrikan mulai menunjukkan perubahan posisi setelah pasar kendaraan elektrifikasi terus berkembang dalam beberapa bulan terakhir.
Dilihat VIVA Otomotif dari data retail sales terbaru Gaikindo, Kamis 14 Mei 2026, BYD masih menjadi merek mobil China terlaris di Indonesia pada April 2026. Produsen kendaraan listrik tersebut berhasil mencatat penjualan 6.274 unit langsung ke konsumen.
Capaian itu membuat BYD tetap nyaman berada di posisi pertama merek China terlaris nasional sejak awal tahun. Bahkan pada April 2026, BYD sukses menembus tiga besar merek mobil terlaris secara keseluruhan di Indonesia.
Persaingan mulai menarik terjadi di posisi berikutnya setelah Jaecoo berhasil mempertahankan tren positif. Merek pendatang baru tersebut membukukan penjualan retail sebanyak 3.009 unit pada April 2026.
Jaecoo sebelumnya berada di bawah Chery dan Wuling pada awal tahun, namun perlahan naik peringkat berkat peningkatan distribusi SUV modern mereka. Kini Jaecoo bahkan mulai masuk jajaran 10 besar merek mobil nasional.
Posisi berikutnya ditempati Chery dengan penjualan 1.057 unit sepanjang April 2026. Meski masih masuk papan tengah, performa Chery cenderung stagnan dibanding beberapa bulan sebelumnya.
Geely menjadi salah satu merek yang mencatat kenaikan cukup agresif sepanjang awal 2026. Pada April lalu, Geely berhasil menjual 1.450 unit kendaraan dan naik ke posisi empat besar merek China terlaris di Indonesia.
Kenaikan Geely cukup menarik karena pada Januari 2026 penjualannya masih berada di bawah beberapa rival sesama China. Pertumbuhan tersebut didorong hadirnya model baru dan meningkatnya minat konsumen terhadap SUV elektrifikasi.
Wuling yang sebelumnya menjadi salah satu pemain terkuat kini mulai mendapat tekanan dari para pendatang baru. Pada April 2026, Wuling mencatat retail sales sebanyak 1.578 unit kendaraan.
Aion juga masih menjaga eksistensinya di pasar kendaraan listrik Indonesia dengan penjualan 633 unit. Sementara MG atau Morris Garage berhasil mencatat lonjakan menjadi 330 unit dibanding bulan-bulan sebelumnya.
Di luar nama-nama besar tersebut, VinFast, Jetour, XPeng, hingga BAIC juga terus mencoba memperbesar pangsa pasar nasional. Kehadiran semakin banyak merek China membuat persaingan otomotif Indonesia berubah jauh dibanding beberapa tahun lalu.





