Indonesia Salah Satu Pasar Energi Penting di Asia Tenggara

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Indonesia merupakan salah satu pasar energi penting di Asia Tenggara

Indonesia Salah Satu Pasar Energi Penting di Asia Tenggara (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel -  Indonesia merupakan salah satu pasar energi penting di Asia Tenggara, sementara China memiliki pengalaman matang dan kemampuan industri yang kuat dalam pemanfaatan batu bara bersih, peralatan pertambangan, manajemen digital, dan transformasi hijau.

Hal tersebut diungkap dalam perhelatan Indonesia Coal and Energy Expo 2026 (ICEE 2026) di Jakarta International Expo. Mengusung tema Cooperation for New Development in Energy, pameran ini berfokus pada pemanfaatan batu bara bersih, pembangunan tambang hijau, peningkatan pertambangan cerdas, serta integrasi energi baru.

Baca Juga:
Kunjungan Trump ke China Berisiko Tinggi, Bagaimana Nasib Harga Minyak?

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Tri Winarno mengatakan

ICEE 2026 berkomitmen menjadi platform profesional tingkat tinggi yang menghubungkan Indonesia dan China, menjangkau Asia Tenggara, serta mendukung transformasi industri batu bara dan energi global.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Beragam, Nasdaq Naik 1,2 Persen dan Dow Jones Turun

Sebagai salah satu jendela penting bagi pertukaran industri energi Indonesia dan China, kegiatan ini bukan hanya sebuah pameran industri, tetapi juga mekanisme kerja sama strategis untuk mendorong komunikasi kebijakan, pertukaran teknologi, penjajakan kerja sama industri, serta realisasi proyek. 

Di tengah percepatan perubahan struktur energi global dan semakin dalamnya transformasi pertambangan menuju arah hijau dan cerdas, ICEE hadir dengan pendekatan yang lebih terbuka, profesional, dan praktis, mempertemukan lembaga pemerintah, asosiasi industri, perusahaan terkemuka, penyedia teknologi, lembaga investasi, serta pembeli utama untuk bersama-sama mengeksplorasi jalur baru pengembangan industri batu bara dan energi yang berkualitas tinggi.

Baca Juga:
Jelang Puncak Haji di Armuzna, Jamaah Diingatkan Jaga Kondisi Fisik

Upacara pembukaan ICEE 2026 dihadiri oleh perwakilan pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri energi dari Indonesia dan China. 

Area pameran mencapai 20.000 meter persegi, meningkat lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Pemerintah Akan Intensifkan Komunikasi usai Terima Surat Keluhan dari Kamar Dagang China

Lebih dari 150 perusahaan berpartisipasi, mencakup seluruh rantai industri, mulai dari eksplorasi batu bara, penambangan, pencucian dan pengolahan, transportasi logistik, pengelolaan lingkungan, energi baru, hingga operasional dan pemeliharaan cerdas. 

Pada kesempatan yang sama dilakukan perjanjian kerja sama Shanghai Ganglian E-Commerce Holdings Co., Ltd. dan Asosiasi Industri Kokas Indonesia untuk mendorong perdagangan batu bara dan sinergi industri kedua negara dari tahap pertukaran menuju implementasi nyata.

Baca Juga:
Usai Rebalancing MSCI, OJK dan BEI Fokus Perkuat Reformasi dan Transparansi Pasar

Di sisi lain, Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia, Huawei, meluncurkan solusi digital dan cerdas untuk industri pertambangan Indonesia, guna menghadirkan jalur teknologi dan gagasan kerja sama yang dapat diterapkan dalam mendukung transformasi hijau dan rendah karbon di sektor pertambangan Indonesia.

Pameran ini diperkirakan menarik 15.000 kunjungan profesional. Melalui integrasi jaringan anggota dari dua asosiasi besar di Indonesia, audiens profesional yang diundang secara khusus mencakup sekitar 70 persen dari total produksi batu bara lokal. 

Lebih dari 600 pembeli, termasuk perusahaan produsen batu bara utama Indonesia dan perusahaan jasa pertambangan terkemuka, hadir dengan kebutuhan yang jelas, sehingga menciptakan jalur pertemuan yang efisien antara peserta pameran, perusahaan tambang utama, penyedia jasa pertambangan, dan para pengambil keputusan industri.

Ke depan, acara diharapkan dapat terus memperkuat kredibilitas dan pengaruhnya sebagai platform industri, mendorong terbentuknya jaringan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, asosiasi, perusahaan, dan modal dari Indonesia dan China.

Platform ini diharapkan dapat memberikan dukungan teknologi dan industri bagi peningkatan sektor energi Indonesia, sekaligus menciptakan pintu masuk kerja sama yang lebih pasti bagi perusahaan China untuk memperdalam kehadiran di Indonesia dan terhubung dengan pasar Asia Tenggara, bersama-sama mendorong industri energi kawasan menuju masa depan yang lebih hijau, cerdas, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga akan mempercepat kajian kebijakan agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan harga energi dunia yang bergerak cepat, khususnya di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Bahlil menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pemerintah.

"Presiden selalu memperhatikan bahwa kepentingan rakyat dibawa, terutama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus mendapat atensi lebih dalam rangka bagaimana membuat kebijakan agar semuanya bisa berjalan dengan baik," ujar Bahlil.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polri: Ahmad Al Misry Punya 2 Kewarganegaraan, Berupaya Melepas Status WNI
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Hands-On Honor X7d, Punya Baterai-RAM Jumbo Harga Rp 4 Jutaan
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polda Metro Jaya Tangkap Lima Tersangka Peredaran Etomidate di Jakarta Utara dan Tangerang
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Perpustakaan MPR RI Dorong Kreativitas Pegawai Lewat Seni Terrarium
• 7 jam laludetik.com
thumb
Lalin Tol Jakarta-Cikampek Pagi Ini: Bekasi Timur Ramai Lancar; KM 57 Padat
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.