Usman Marham Dorong Penyatuan di Musda Golkar Sulsel

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel kembali menghangat setelah mengerucutnya dua nama kandidat ketua, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Andi Ina Kartika Sari.

Mengerucutnya dua nama ini dinilai dapat menimbulkan dua arah dukungan dalam Musda Golkar Sulsel. Faksi masing-masing kubu bakal kandidat calon ketua Golkar Sulsel makin meruncing.

Apalagi jadwal Musda yang tak kunjung ditetapkan, ditambah narasi-narasi yang menyudutkan satu sama lain dua figur yang mengerucut ini berpotensi membuat kader terpecah.

Seperti, isu bahwa IAS pernah pindah partai dan kasus korupsi nya kembali menjadi perbincangan yang hangat dan dikaitkan dengan kriteria Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) Golkar.

Kemudian isu kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas Pemprov Sulsel terus dikaitkan dengan Andi Ina.

“Karena terlalu lama ini orang berkelompok, berbagi emosi dan segala macam. Akhirnya terbentuk identitas kelompok yang kuat justru menyulitkan untuk konsolidasi,” ucap Pengamat Politik Unhas Ali Armunanto.

Sementara itu, Kader Golkar Usman Marham menegaskan bahwa kondisi tersebut seharusnya tidak dibaca sebagai pertarungan dua kubu yang memperuncing situasi internal partai.

“Seharusnya kita bersatu di Musda ini. Jangan saling menjatuhkan. Kita sebagai kader tidak boleh bercerai-berai,” kata Usman pada Kamis, 14 Mei 2026 pagi, saat dimintai tanggapan terkait mengerucutnya kandidat dan munculnya berbagai spekulasi politik yang menyertai dinamika Musda

Pernyataan itu merespons situasi di mana setelah munculnya dua nama kandidat, suhu politik internal Golkar Sulsel disebut meningkat, termasuk beredarnya opini yang menyeret isu personal kedua figur tersebut. Namun Usman tidak ingin memperpanjang narasi tersebut.

“Kalau sudah mengarah ke isu-isu seperti itu, itu bukan semangat Musda. Golkar harus tetap dalam satu garis konsolidasi,” tegas Usman.

Usman menuturkan bahwa agenda Musda Golkar Sulsel ini menjadi sangat penting, dan seharusnya mempersatukan seluruh kader Golkar Sulsel untuk menyambut Pemilu 2029.

“Jangan cuman berbicara siapa ketuanya, tapi bagaimana Golkar Sulsel bisa kembali merebut kemenangan di Pemilu selanjutnya,” tegas Usman.

Saat ditanya terkait kemungkinan adanya kader lain yang maju serta sikap Usman Marham sendiri yang dinilai belum mengambil posisi terbuka dalam kontestasi Musda, Usman hanya merespons santai.

“Kalau gitu apa harus saya maju? Ini nanya tidak serius,” ujarnya sambil tertawa.

“Memang belum ada sinyal (maju di Musda) dari Plt Ketua Golkar Sulsel,” tambah Usman.

Usman juga menegaskan bahwa ia tidak mungkin mengambil langkah politik tanpa ada perintah dari Plt Ketua Golkar Sulsel Muhidin .

“Tidak mungkin saya melakukan langkah politik tanpa arahan dari Plt Ketua Golkar Sulsel, Kanda Muhidin,” tegasnya.

Usman yakin bahwa kerja-kerja Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin saat ini tentu sebagai upaya menyatukan Golkar Sulsel dan batu loncatan untuk memenangkan Golkar di Sulsel.

“Dan saya yakin apapun langkah Kak Muhidin pasti tidak berbeda dengan Ketua Umum Bahlil. Tentu juga Pak Ketum Bahlil ini memantau Sulsel,” pungkas Usman yang juga Ketua DPD II Golkar Pinrang ini. (ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Kondisi Marc Marquez Usai Operasi
• 23 jam lalueranasional.com
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Periksa 3 Saksi, KPK Dalami Aliran Uang untuk Hery Sudarmanto
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sekolah Garuda Belitung Timur Disiapkan Jadi Pusat Talenta Sains
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sidang Tuntutan Nadiem Dimulai, Jaksa Siapkan Surat  Tuntutan Setebal 1.597 Halaman
• 23 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.