Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, memastikan kasus hantavirus di DKI Jakarta terkendali. Pemerintah terus memantau secara ketat kontak erat kasus hantavirus di wilayah DKI Jakarta.
"Kita akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan sudah aman," ujar Menkes dalam keterangan resminya, Kamis, 12 Mei 2026.
Baca Juga :
Penularan Tidak Semudah Covid-19, Potensi Pandemi Hantavirus Masih RendahSehari berselang, pada 8 Mei, pasien berhasil diidentifikasi dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso untuk menjalani isolasi.
"Indonesia sejak pandemi Covid-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasionalnya," terangnya.
Hingga saat ini, lanjut Menkes, hasil pemeriksaan terhadap seluruh kontak erat menunjukkan hasil negatif. Namun, pasien tetap diisolasi guna melewati masa inkubasi.
"Pemerintah menetapkan masa pemantauan selama dua minggu terhitung sejak 8 Mei 2026," katanya.
Ia mengatakan, meski sempat menjadi perhatian publik, virus yang bersumber dari hewan pengerat seperti tikus tersebut tidak mudah menular antarmanusia seperti Covid-19.
Menkes menyebut bahwa varian hantavirus yang beredar di Indonesia berasal dari varian Asia dengan tingkat kematian (case fatality rate) antara 5 hingga 15%. Angka ini jauh lebih rendah dibanding varian Andes di Amerika Selatan yang menyerang paru-paru dengan risiko kematian mencapai 50-60 persen.
"99 persen penularan hantavirus terjadi melalui tikus, bukan antarmanusia," tegas Menkes.
Secara klinis, penyakit yang disebabkan oleh Orthohantavirus ini umumnya menular melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan curut, baik melalui gigitan maupun paparan cairan tubuh (air liur, urin, feses).
Ilustrasi pexels
Terdapat dua jenis manifestasi klinis utama, yakni Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dengan masa inkubasi 1-2 minggu, serta Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik untuk hantavirus sehingga penanganan dilakukan secara simtomatis dan suportif berdasarkan gejala yang muncul.




